Sumsel Jual Paket Wisata Jalur Cheng-Ho dan Ekspedisi Sriwijaya

Syariahcenter.com – Setelah meluncurkan paket wisata ‘Musi Sriwijaya Jazz Festival’ dan ‘Gerhana Matahari Total’ (GMT), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan menyiapkan dua paket wisata yang tidak kalah menarik.

“Setelah Musi Sriwijaya Jazz Festival dan fenomena alam Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada 9 Maret mendatang, Sumsel kembali akan meluncurkan dua paket wisata yang siap ditawarkan kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Yakni paket wisata jalur Cheng-Ho dan Ekspedisi Sriwijaya,” kata Irene Camelyn Kepala Disbudpar Sumsel, Ahad (28/2).

Menurut Irene, Musi Sriwijaya Jazz Festival baru saja selesai pada Ahad (27/2) lalu dengan menghadirkan grup jazz Soul Incribed dari New York berlangsung sukses. “Kemudian fenomena GMT pada 9 Maret nanti dengan salah satu paketnya menyaksikan GMT dari atas jembatan Ampera yang akan ditutup selama 12 jam. Untuk paket GMT kita sudah mendapat informasi dari pihak hotel dan biro perjalanan bahwa akan datang wisatawan mancanegara yang berasal dari 12 negara,” ujarnya.

Dua paket wisata ‘Jalur Cheng-Ho’ dan paket wisata ‘Ekspedisi Sriwijaya’ menurut Irene adalah jawaban terhadap berbagai pernyataan yang menilai bahwa di Sumsel tidak ada destinasi wisata yang menarik dan menjanjikan. Irene mengatkan kedua paket wisata tersebut bisa di jual biro perjalanan atau travel kepada wisatawan domestik dan wisman.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel ini mengatakan sejarah Palembang juga tidak dapat dipisahkan dengan kisah Laksamana Cheng Ho. Cheng Ho dikenal sebagai seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Di Indonesia, dia menjelaskan, perjalanan samudera Laksamana Cheng Ho ini tidak hanya singgah ke Palembang. Tapi juga ke Aceh, Batam, Belitung, Jakarta, Semarang, Cirebon dan Surabaya. Tercatat perjalanan Cheng Ho, antara 1405-1433 M, pernah empat kali ke Palembang yakni yang pertama pada tahun 1407.

“Sebagai wujud kedekatannya dengan Palembang, di Palembang sudah berdiri Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang. Masjid itu memiliki perpaduan arsitektur Islam, Tionghoa dan Palembang,” ujar Irene.

Selain itu, pada 2016 juga tengah gencar dilakukan promosi pariwisata Sumsel dengan salah satu pasar wisata yang diincar adalah wisatawan dari Cina. Menurut dia, Sumsel membidik wisatawan dari Cina karena potensi wisata di Palembang memiliki kedekatan dari sisi sejarah. Hal itu karena di Sumsel khususnya di Palembang ada beberapa obyek wisata berlatar budaya Cina. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *