Potensi Ekonomi Syariah Besar, Sayangnya Penetrasi Rendah

Syariahcenter.com, Surabaya – Bank Indonesia mengungkapkan meski memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang, penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia saat ini masih tergolong rendah. Pada 2015, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia hanya 4,61%.

Selain itu, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi, sektor keuangan syariah juga belum optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, kata Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam seminar bertajuk Kebijakan Strategis Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Akselerasi Ekonomi Syariah, Senin (26/10/2015) seperti dikutip siaran pers Bank Indonesia.

Dia mengungkapkan pertumbuhan dua sektor utama industri keuangan syariah yaitu pasar modal meningkat dari -1,57% menjadi 3,09%, sementara perbankan menurun dari 13% menjadi hanya 9%.

Sejalan dengan perlambatan ekonomi tersebut, pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan perbankan syariah pada semester I 2015 juga belum optimal, masing-masing 9%, 7,29%, dan 6,66%. Sementara itu pertumbuhan aset, DPK dan pembiayaan pada Semester II 2014 masing-masing 13%, 11,41% dan 8,76%.

Di Jawa Timur, pangsa aset perbankan syariah pada semester I 2015 sebesar 11,56%, dibandingkan 15,65% pada semester II 2014. Sejalan dengan itu, pertumbuhan pembiayaan semester I 2015 pun menurun, yaitu menjadi 29,01%, setelah sebelumnya mencapai 86,23% pada Semester II 2014.

Adapun pertumbuhan DPK Semester I 2015 menjadi 11,49%, dari 18,92% pada Semester II 2014. Pertumbuhan DPK perbankan syariah ini masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan perbankan konvensional, meski memang keduanya cenderung mengalami penurunan.

Berdasarkan berbagai indikator tersebut, tampak bahwa masih banyak tantangan bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hal inilah yang berusaha dijawab melalui diskusi dan seminar nasional dengan melibatkan berbagai lembaga ini. Dengan kompetensi dan kewenangan untuk merumuskan kebijakan strategis, seminar diharapkan akan membawa hasil yang konkret bagi perkembangan ekonomi syariah Jawa Timur dan Indonesia. (lis)

(Visited 49 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *