Pesatnya Pertumbuhan Muslim Latin Di Amerika Serikat

Syariahcenter.com – Islam salah satu agama yang berkembang paling cepat di Amerika Serikat dengan populasi sekitar 2,6 juta jiwa. Salah satu organisasi Muslim, WhyIslam, memperkirakan ada 200 ribu Muslim Latin di AS.

Jumlah itu terus berkembang. Laiknya Islam di AS, populasi Latin juga berkembang cepat. Warga Latin ini mewakili sekitar 18 persen dari total populasi.

Jumlah tersebut diproyeksikan tumbuh hingga seperempat penduduk AS pada tahun 2020. Namun, iklim rasial dan politik saat ini telah menyajikan serangkaian tantangan untuk Muslim Latin.

Retorika anti-Islam meningkat akibat serangan Paris dan penembakan di San Bernardino, yang dilakukan dua penembak Muslim. Sentimen anti-Latin juga telah menjadi tema sentral dalam kampanye presiden dari Partai Republik.

Menjadi Muslim Latin di Amerika Serikat hari ini berarti secara bersamaan menyatukan bahaya nativisme, seksisme, dan Islamofobia. Namun, tantangan tersebut tak menyurutkan keinginan warga Latin memeluk Islam.

Cerita dari orang-orang Latin yang memeluk Islam mengisyaratkan bahwa konversi ini sebuah fenomena yang akan terus tumbuh. Perempuan-perempuan yang akan berkisah di bawah ini mendapat hidayah Islam dengan berbagai cara.

Di Islamic Center Long Beach, California, mereka berbicara tentang relasi historis dan nilai-nilai budaya Latin-Islam.
Salah satunya, Lina. Ia terlahir di tengah keluarga Islam, tetapi harus berjuang untuk mendamaikan agamanya dengan budaya Peru sang ibu, yang dia rasa lebih liberal.

Dua orang lain, Myree dan Noelia, mengucap syahadat lantaran menikah dengan Muslim. Sementara, Miriam, seorang keturunan Meksiko-Mesir, masuk Islam atas kemauan sendiri. Ia menganut Katolik hingga awal usia 20-an.

Myree (25), perempuan ini berasal dari pasangan ibu Meksiko-Puerto Riko dan ayah Afrika-Amerika. Ia lahir dan dibesarkan di Compton, California.

Myree menikah dengan seorang pria Muslim pada usia 20 tahun dan dikonversi tiga bulan kemudian. Baginya, memeluk Islam adalah sebuah proses yang membutuhkan jangka waktu panjang.

Dia dibesarkan di tengah rumah tangga Latin yang taat menjalankan praktik Katolik. Islam dianutnya setelah menikah dengan seorang pria Muslim pada usia 20 tahun. Dia mengambil syahadat tiga bulan setelah pernikahannya.

Menjadi Muslim di tengah komunitas Latin berarti, dia harus terus menerus mengenalkan Islam pada keluarga dan teman-temannya. “Saya dibesarkan dalam budaya Latin, campuran Puerto Rico dan Meksiko dan Katolik,” jelasnya.

Meski keputusan Myree untuk masuk Islam dicemooh oleh sebagian besar keluarga dekatnya, ada satu orang di keluarganya yang merayakan keputusan itu. Dialah sang paman.

Pamannya menganut Katolik sampai dia dipenjarakan pada tahun 1970 dan membaca The Autobiography of Malcolm X.
Ketika paman Myree membaca buku ini, ia bertobat.

Beliau menulis sebuah surat yang menggambarkan keindahan Islam dan menjelaskan betapa bangganya ia akan keputusan Myree.

Kini, surat itu adalah penyemangat. Myree selalu membaca surat itu setiap kali tantangan muncul.

Meskipun dia menghadapi beberapa tantangan, Myree yakin Islam akan terus tumbuh dalam komunitas Latin.

“Saya melihat Islam berkembang di tengah masyarakat Hispanik karena sudah ada banyak orang yang sadar. Pengetahuan itu akan tumbuh dan kami adalah gerbang bagi mereka. Kami dapat mengenalkan pada mereka. Muslim dan Latin memiliki aspek-aspek tertentu yang kita yakini bersama,” ungkapnya. (lis)

(Visited 660 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *