Pemerintah Saudi Tak Lagi Wajibkan Buku Kuning Bagi Jamaah Umrah

Syariahcenter.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (Asbihu NU), KH Hafiz Taftazani mengungkap, Pemerintah Arab Saudi tak lagi mewajibkan buku kuning bagi para calon jamaah umrah.

“Sejak tahun kemarin, Pemerintah Arab Saudi tidak lagi mewajibkan para jamaah umrah untuk mengambil visa dengan menyertakan buku kuning atau buku kesehatan,” ungkap Kiai Hafidz, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/12).

Berdasarkan informasi tersebut, ungkap Direktur Utama PT. Al Anshar Asbhihu Tama Sejahtera ini, kebijakan pelaksanaan suntik meningitis diserahkan kepada pemerintah asal calon jamaah umrah.

“Kalau perkara ingin menjaga kesehatan soal lain. Kalau memang pemerintah Indonesia menginginkan warganya agar tetap sehat maka diberlakukanlah kewajiban kepada seluruh masyarakat yang hendak ke luar negeri untuk dilakukan suntik meningitis,” kata dia.

Ditanya soal kebijakan Kementerian Kesehatan yang menetapkan pelaksanaan suntik meningitis di tiga lokasi, Halim Perdana Kusuma, Tanjung Priok, dan Bandara Soekarno-Hatta, dengan tegas ia mengatakan, “Saya tidak paham”.

Namun demikian, Kiai Hafidz, pernah mengusulkan agar suntik meningitis dilaksanakan di kantor bersama antara Imigrasi dan Kesehatan. Sehingga jamaah umrah tidak persulit.
Petugas Kesehatan Perdana Tour, Miswati mengatakan, padatnya antrian suntik meningitis di tiga tempat menyulitkan pihak travel.

“Kami alami kemarin, datang lebih pagi pukul tujuh pagi ternyata antrian lebih dari kuota dan banyak yang menggunakan jasa joki,” kata dia, Senin (30/11).

Ia menyebutkan pihak terkait mengeluarkan surat edaran tertanggal 27 November lalu yang melarang pihak travel melaksanakan suntik sendiri. Padahal, tahun lalu kebijakan ini sangat membantu mengurangi kepadatan antrian suntik meningitis.

“Kalau sekarang, ada kemungkinan kita harus jadwal ulang suntik. Kami tentu memaklumi kesibukan jamaah, yang tidak begitu saja bisa menentukan hari. Ini tentu merepotkan travel dan jamaah,” kata dia.

Ke depan, kata dia, pemerintah perlu melonggarkan kebijakan tersebut. Seperti membolehkan pihak travel melaksanakan suntik meningitis atau membebaskan jamaah melaksakan suntik meningitis pada tempat seperti puskesmas atau rumah sakit. (feb

(Visited 76 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *