Pandangan Islam Tentang Sikap Ngambek

SyariahCenter.com – Manusia hidup membutuhkan orang lain. Dalam berhubungan dengan orang lain tersebut, masalah sebagai sebuah konsekuensi hubungan datang silih berganti. Entah dengan kawan, orang tua atau pasangan, masalah akan terus menguji manusia.

Bagi kaum hawa, jika memiliki masalah tak jarang mereka melakukan ‘gerakan tutup mulut’ atau lebih dikenal dengan istilah ngambek. Ternyata, sikap diam seorang perempuan bisa berakibat buruk. Bahkan dalam Islam, beberapa ulama mengharamkannya. Sikap diam dalam jangka waktu terntentu dianggap sebagai perbuatan jahiliyah.

Dasarnya sebuah hadis dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata, “Abu Bakar RA, pernah berkunjung kepada seorang perempuan Ahmas bernama Zainab. Abu Bakar melihat perempuan tersebut tidak berbicara. Abu Bakar bertanya, ‘Mengapa ia tidak berbicara?’ Orang-orang menjawab, ‘Dia sengaja diam tidak mau bicara dengan alasan ibadah.’ Abu Bakar RA lalu berkata kepadanya, ‘Berbicaralah, sesungguhnya perbuatan ini tidak halal. Ia termasuk perbuatan jahiliyyah!'”. Maka perempuan itu pun berbicara (HR Bukhari).

Dalam Syarah Riyadhuh Shalihin dijelaskan salah satu cara beribadah kaum jahiliyyah adalah dengan diam. Maka wajib hukumnya setiap Muslim untuk membedakan diri dari perbuatan dan perilaku jahiliyyah.

Jika ia berdiam diri tanpa alasan atau sengaja menahan diri untuk berbicara, hal itu bukan termasuk syiar dalam agama. Justru yang dianjurkan adalah berbicara yang baik dalam rangka amar ma’ruf nahi munkar. Seorang Muslim hendaknya mengajarkan kebaikan dan menyampaikan hanya yang baik saja dari lisannya.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *