Menjawab Mereka Yang Mencemooh Penggunaan ‘Sayyidina’ Untuk Nabi Muhammad

Sementara dalam Syahadat, Ulama dalam memberikan penghormatan beragam dan jika tidak ada kata Sayyid-nya pastilah ada kata pujian lain pada kata sebelum dan sesudahnya. Itu terbukti setelah kata Muhammad dalam Syahadat ada kata pemuliaannya yaitu gelar “Utusan Allah”, disanding dengan lafadz Allah yang sekaligus pencipta alam semesta. Bukankah Allah tidak akan menyandingkan namanya kecuali dengan kekasihnya? Dalam Kaidah Fiqih sangat mashur sekali:

“مراعة الأدب خير من الإتباع”.

“Menjaga tatakrama lebih utama dari ittiba’ (melaksanakan perintah)”. Wallahu’alam bisshowab.

“Mengkritisi orang yang melarang mengatakan sayyidina”

(Oleh : Muhammad Nashirul Haq/ MMN)

(Visited 209 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *