Lembaga Ini Tingkatkan Jumlah Profesional Keuangan Syariah 670%

Syariahcenter.com, Jakarta – Chartered Instute of Islamic Finance (CIIF) tengah meningkatkan jumlah profesional atau ahli keuangan syariah dari 400 menjadi 3.000 orang atau bertambah 650 persen dalam 3 tahun terakhir. Lembaga yang didirikan 7 tahun lalu di Kuala Lumpur ini memang diberi tugas untuk meningkatkan standar pendidikan para profesional keuangan Islam dalam mengisi kekosongan spesialis asuransi dan hukum keuangan Islam di dunia.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 10 Desember 2015, Presiden CIIF yang juga mantan CEO CIMB Islamic Bank, Bhd, Badlisyah Abdul Ghani, pihaknya sedang melakukan sosialisasi kepada asosiasi dan regulator dari Timur Tengah hingga Indonesia guna turut berpartisipasi dalam penciptaan tenaga kerja profesional di sektor keuangan syariah.

Alasannya, industri dengan aset sekitar US$ 2 triliun ini telah lama dihantui kekurangan tenaga ahli yang memiliki standard keterampilan. Untuk itu, tahun depan CIIF menawarkan program khusus tahun depan guna mengatasi masalah ini.

Badan Akreditasi Keuangan yang berbasis di Kuala Lumpur ini memperkirakan dibutuhkan lebih dari 56 ribu ahli keuangan syariah yang berkualitas untuk mengisi kebutuhan ahli di bidang ini dalam 5 tahun mendatang.

“Masih kurang profesional yang terkualifikasi dan industri ini masih tahap baru lahir di mana butuh ahli yang fokus terhadap pengembangan dan perencanaannya,” ujar CEO of the International Centre for Education in Islamic Finance, Daud Vicary Abdullah.

Pasar industri keuangan syariah diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 3 triliun pada tahun 2018. Penjualan sukuk naik menjadi US$ 45 miliar pada 3 tahun terakhir dari US$ 10 miliar pada dekade lalu. Kontribusi takaful pun akan setara dengan asuransi konvensional dengan nilai US$ 20 miliar pada tahun 2017 dari US$ 14 miliar pada tahun 2014. (zae)

(Visited 69 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *