Lembaga Fatwa Mesir: Jangan Hiraukan Fatwa Haram Wahhabi Tentang Maulid Nabi

Syariahcenter.com – Lembaga Fatwa Mesir (Darul Ifta’ al-Misriyyah) menyerukan kepada umat Islam supaya tetap merayakan peringatan kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad saw, dan tak usah menghiraukan fatwa takfiri Salafi/Wahhabi yang mengharamkan dan menganggapnya sebagai praktik bid’ah.

Sebagaimana dilansir Middle East Online dan CNN Selasa (22/12), Lembaga Fatwa Mesir Senin (21/12) merilis statemen berisikan penegasan bahwa perayaan maulid Nabi saw “secara syar’i boleh”, dan bahkan “tergolong amalan terbaik dan upaya pendekatan (kepada Allah) yang paling agung” karena perayaan itu mencerminkan “kebahagiaan dan kecintaan kepada Nabi saw”.

Statemen ini dirilis menyusul keluarnya lagi fatwa ulama Salafi/Wahhabi yang mengharamkan tradisi perayaan-perayaan keagamaan.

Disebutkan bahwa Badan Pemantau Fatwa Aneh dan Takfiri yang bernaung di bawah Lembaga Fatwa Mesir belakangan ini telah memantau fatwa yang dikaitkan kepada salah seorang tokoh Wahhabi bernama Said Abdul Adhim yang mengharamkan perayaan maulid Nabi saw dan menganggapnya sebagai bid’ah nan sesat.

Menanggapi fatwa itu, Lembaga Fatwa Mesir menegaskan bahwa “kecintaan kepada Nabi saw merupakan bagian dari prinsip keimanan”, dan merupakan “perkara yang sudah pasti kesyar’iannya, karena merupakan prinsip bagi semua prinsip serta penunjangnya yang pertama.”

Darul Ifta’ Mesir menjelaskan bahwa “mayoritas ulama sejak abad ke-4 Hijriah sepakat atas kesyar’ian perayaan maulid nabawi,” dan perayaan malam maulid senantiasa dilakukan dengan “berbagai bentuk pendekatan kepada Allah, termasuk berbagi makanan, membaca al-Quran, berdzikir dan melantunkan syair dan pujian kepada Rasulullah saw.”
maulid bangladesh

Badan Pemantau Fatwa Aneh dan Takfiri menyatakan bahwa Rasulullah saw sendiri juga telah mensunnahkan kebersyukuran kepada Allah atas kelahiran beliau, dan dalam hal ini terdapat riwayat sahih bahwa beliau berpuasa pada hari Senin dan bersabda, “Ini adalah hari kelahiranku” sebagai isyarat bahwa kelahiran beliau ada anugerah Allah Swt bagi umat Islam.

Mufti Besar Arab Saudi, Syeikh Abdul Aziz Al-Asheikh, dalam kutbah Jumat di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh, Arab Saudi, Januari 2015 juga mengeluarkan fatwa haram untuk perayaan maulid Nabi saw dan menyebutnya sebagai bentuk praktik tahayul yang diada-adakan dalam tradisi keagamaan.

“Ini merupakan bid’ah yang merayap ke Islam setelah tiga abad pertama ketika para sahabat dan penerus dari para sahabat hidup,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa memotivasi orang lain untuk merayakan maulid Nabi adalah perbuatan jahat dan rusak.

Namun demikian, para ulama terkemuka di berbagai negara Islam menyerukan supaya umat Islam mengabaikan fatwa-fatwa radikal dan takfiri beberapa syeikh Salafi/Wahhabi yang mengharamkan perayaan maulid. (lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ankara escort,ankara escort bayan,escort bayan,beylikdüzü escort,ataşehir escort,sex izle,kartal escort,beşiktaş escort,mecidiyeköy escort,türbanlı porno,pendik escort,ankara escort,sex izle,ankara escort,ankara escort,
seo teknikleri wordpress ücretsiz tema istanbul sexs shop hacklink e sigara sexs shop