Kisah Penganut Ateis Yang Diam-Diam Memeluk Islam

Syariahcenter.com – Lima bulan sebelum pernikahan, Karen Meek dikejutkan tunangannya. Pasangannya itu memutuskan menjadi Muslim.

Sebelumnya, Karen Meek dan pasangannya, Eric Meek, adalah penganut ateisme. “Saya pikir, dia sedang dicuci otak. Tiba-tiba, dia berhenti minum alkohol dan berhenti makan daging babi. Dia juga beribadah setiap hari,” kata Karen dilansir Muslim Converts, Rabu (16/12).

Tanpa diketahui Karen, Eric diam-diam mempelajari tentang Islam selama berbulan-bulan. Sekarang, ketika Eric pergi bekerja, Karen membaca semua buku dan menonton semua video tentang Islam milik suaminya. Karen mencoba memahami keyakinan Eric tanpa sedikit pun merasa tertarik dengan Islam.

“Saya dibesarkan dengan pemikiran bahwa agama adalah sesuatu yang konyol. Saya tidak percaya pada Tuhan,” kata Karen.

Karen mengaku tak tahu bagaimana alam semesta diciptakan. Namun, ia tak peduli soal itu.

Meskipun, Karen mengakui Islam memiliki penjelasan logis yang tidak bisa disangkal soal alam semesta. Datang dari keluarga ateis membuat Karen lebih mudah menerima agama Islam daripada Kristen.

Untuk pertama kalinya, setelah menikah, Karen shalat ketika suaminya pergi bekerja. Perlahan, Karen pun mulai mempelajari buku-buku yang dimiliki suaminya.

“Sampai saat ini, saya telah melakukan segalanya secara pribadi, tanpa memberitahu Eric,” katanya.

Karen mengatakan, ia tidak ingin menjadi seorang Muslim hanya karena mengikuti keyakinan suaminya. “Saya ingin menemukan Islam dengan jalan saya sendiri,” kata Karen.

Kemudian, Karen dan suaminya mulai bertemu dan bergaul dengan Muslim lainnya. Mereka pun mulai mempelajari Alquran. Akhirnya, Karen pun memutuskan untuk mejadi seorang Muslimah.

Pilihan Karen ternyata membuat orang tuanya tertegun seketika. “Suatu hari, Karen datang dan dia mengenakan pakaian tertutup lengkap dengan hijabnya. Saya terkejut,” kata Ray Allred, ayah Karen.

Selama kurun waktu tertentu, Ray mengaku sangat asing dengan anaknya. Ia trauma dengan Islam sejak serangan pengeboman 9/11 di Amerika Serikat.

“Anda ingin mencintai anak Anda, tetapi ketika mereka melakukan sesuatu yang begitu asing bagi Anda, itu sangat sulit,” katanya. “Aku akan lakukan apa pun agar dia tidak masuk Islam.”

Meskipun demikian, Karen tetap dengan keputusannya menjadi seorang Muslim. Ia menyadari, butuh waktu berbulan-bulan untuk beradaptasi mengenakan pakaian Muslim. Namun, sekarang ia mengenakan hijab setiap hari ke manapun ia pergi, bahkan ke kantor sekali pun.

Memeluk Islam membuat Karen bisa melihat hidup dengan cara baru. Perpindahan dari seseorang yang tidak percaya Tuhan menjadi seseorang yang percaya akan adanya Tuhan adalah sesuatu yang luar biasa bagi Karen.

“Islam membuka mata saya untuk melihat banyak hal yang telah diberikan kepada saya, hidup adalah anugrah,” tutup Karen. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *