Kisah Gus Dur Dan Abah Afandi Usir Maling Di Pondok

Gus Dur pun tertawa terkekeh-kekeh, sambil bilang:” Nah praktis khan, cara ngusir malingnya?” Daripada kita berdua mendekat, jadi babak belur, mendingan kita bisik-bisik yang kencang, maling dengar, jadi kabur, kita pun tidak perlu di tengah malam teriak kencang “maling-maling” yang ganggu orang banyak,” ujar Gus Dur dengan tawa khasnya.

Sepulang Gus Dur berkelana dari di Timur Tengah, persahabatan antara Abah Afandi dan Gus Dur kembali terjalin akrab, Gus Dur sering mengunjungi Abah Afandi di Indramayu. Begitu juga sebaliknya, Abah Afandi sering ke Jakarta menemui Gus Dur. Hal itu berlangsung hingga Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU.

Waktu Gus Dur berangkat di Muktamar Ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta, Gus Dur sempat menginap di rumah Abah Afandi selama dua hari. Gus Dur pun mengajak Abah Afandi untuk turut menghadiri Muktamar di Yogya itu, tapi Abah Afandi menolak dengan bahasa: ”Gus, kulo mboten pantes, kulo namung kiai kampung”(Gus, saya tidak pantas, saya hanya kiai kampung),” tutur Abah Afandi.

Bahkan, ketika Gus Dur tiga periode menjadi Ketua Umum PBNU, Abah Afandi pernah beberapa kali diminta oleh Gus Dur untuk dimasukkan ke jajaran kepengurusan di NU pusat itu, tapi lagi-lagi Abah Afandi menolak: ”Saya tidak pantas masuk jadi pengurus PBNU Gus, saya ini bukan orang pandai,” tuturnya.

Termasuk ketika Gus Dur mendirikan partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tahun 1999, Abah Afandi diminta oleh Gus Dur untuk masuk jajaran pengurus pusat PKB, namun Abah Afandi lagi-lagi menolak dengan bahasa halus dan rendah hati.

Setengah abad kemudian, pada tahun 2000, Gus Dur sudah berada di Istana Negara. Gus Dur menerima Amanat menjadi Presiden Ke-4 RI. Sebagai Presiden, namun Gus Dur tidak lupa atau melupakan teman-temannya sewaktu muda dulu.

Beberapa teman di undang untuk berkenan datang di Istana Negara. Diantara mereka adalah Abah Afandi. Awalnya Abah Afandi menolak, ketika diundang Gus Dur ke istana. Beliau merasa hanya “orang cilik”, demikian tawaddunya. Padahal banyak orang (kalangan pesantren) Yang sebelumnya tidak kenal dengan Gus Dur, namun mendadak sering ke Istana saat Gus Dur menjabat Presiden.

Selanjutnya >>
(Visited 193 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *