Kisah Al-Muqaddasi, Sang Jenius Yang Tersembunyi

Syariahcenter.com – Perkembangan ilmu sosial identik dengan temuan dan kontribusi bangsa Barat. Nama-nama ilmuwan Eropa dan Amerika adalah yang dikenal jika membahas bidang keilmuan geografi, etnografi, sosiologi, beserta cabang-cabang ilmu sosial lainnya.

Siapa yang tidak kenal Colombus, atau Marco Polo. Lebih besar gaung nama penjelajah barat ketimbang cendikiawan muslim di bidang ilmu sosial. Memang, ada cendikiawan muslim yang dikenal ahli dalam ilmu sosial—Ibnu Khaldun misalnya.

Namun jauh sebelum Ibnu Khaldun berkontribusi dalam dunia keilmuan, seorang cendikiawan muslim lain yang memulai lebih awal penelitiannya di bidang geografi. Ia adalah Muḥammad Ibnu Aḥmad Syam al-Dīn al-Muqaddasī atau Al–Muqaddasi.

Ia tercatat sebagai ahli geografi terbaik pada masanya. Termasuk awal, Al–Muqaddasi hidup di abad ke-10, diperkirakan lahir di Palestina dan besar di Baitul Maqdis—asal dari namanya. Berasal dari keluarga menengah, kakeknya seorang arsitek, sedangkan nenek dari pihak ibu dikenal sebagai ahli konstruksi.

Sayangnya, sulit menemukan tanggal-tanggal tertentu berkaitan dengan kehidupan sang geografer. Hanya ada dua tanggal, yaitu ketika ia pergi haji, kali pertama dan kedua. Bahkan tanggal lahir dan kematiannya tak bisa dipastikan.

Al–Muqaddasi mengabdikan diri sebagai seorang cendikiawan di usia ke-20, diperkirakan saat ia pergi haji pertama kali. Ia mulai bertekad mendalami bidang geografi.

Al-Muqaddasi mulai melakukan berbagai perjalanan demi mendalami ilmu kebumian tersebut. Buah dari dua dekade menjelajahi daratan Arab, ditulislah oleh Al – Muqaddasi, sebuah buku yang memaparkan sistematis mengenai negara-negara Islam yang pernah dikunjunginya.

Buku tersebut berjudul Ahsan At-Taqasim fi Ma’arifat Al-Aqalim, secara garis besar berisi detil negara-negara yang dikunjunginya. Secara sistematis Al–Muqaddasi menjelaskan tempat-tempat yang pernah disambangi. Dari buku yang diterjemahkan ke berbagai bahasa itu, dapat disimpulkan hampir seluruh negara Islam pernah dikunjunginya.

Hebatnya lagi, ilmuwan-ilmuwan geografi barat bahkan menemukan seluruh cabang ilmu geografi modern telah disentuh oleh Al–Muqaddasi dalam bukunya itu. Spesialis geografi Islam asal Prancis, Andre Miquel menyatakan buku tersebut memuat seluruh aspek geografi—total geographical science.

Buku tersebut tak hanya memuat paparan ilmiah dan sistematis, Al-Muqaddasi yang juga ahli dalam sastra menuliskannya dengan indah. Seperti karya literatur Timur Tengah pada masa itu.

Dalam bidang keilmuan sosial, ia adalah perintis. Pendekatan-pendekatan dalam karyanya bisa dikatakan mencapai pendekatan antropologi. Di dalam karya-karyanya pula, ternyata Al–Muqaddasi bahkan memaparkan pula air sebagai indikator sosial.

Masalah ekonomi pun disentuhnya, beserta pembangunan kota dan daerah pemukiman. Belum ada cendikiawan pendahulu Al – Muqaddasi yang penah membahas ilmu sosial sedetil dan seholistik sang ahli geografi.

Al–Muqaddasi, dengan karyanya yang begitu hebat, namanya tak begitu dikenal. Ia adalah jenius tersembunyi dalam peradaban Islam. (rep)

(Visited 284 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *