Ketika Teori Persahabatan Muslimah Sydney Ini Mendunia Di Internet

Syariahcenter.com – Muslimah muda asal Sydney berhasil menciptakan Teori Persahabatan dan Kenalan yang berhasil menarik perhatian dunia.

Tidak puas dengan persahabatan yang dimilikinya, Mobinah Ahmad, muslimah asal Sydney akhirnya mulai mengkategorikan teman-temannya menjadi sejumlah kelompok.

Mobinah yang memiliki gelar master bidang komunikasi dan kebudayaan digital menggunakan teori untuk mengelompokan orang menjadi enam kategori, yaitu pra-kenalan, kenalan level satu, kenalan level 2, kenalan level 3, pra-teman dan sahabat.

Kerabat, pasangan dan rekan kerja dikecualikan.

Kategori ini menurut Mobinah merupakan alat bagi dia untuk mengelola harapan atau ekspektasinya dari mereka yang dianggapnya sebagai teman.

“Penilaian seseorang mengenai konsep teman atau sahabat itu masing-masing berbeda. Bagi saya sendiri mereka yang termasuk kategori teman mungkin bagi kebanyakan orang sudah masuk kategori sahabat terbaik,” katanya.

“Yakni orang yang Anda ajak bicara secara rutin, Anda memiliki hubungan yang sangat akrab dan sosok yang selalu Anda andalkan. Jika Anda bertanya kepada saya berapa banyak teman yang saya punya, mungkin saya hanya akan menyebut satu nama saja,”

Untuk mengukur seberapa dekat seseorang dengan dirinya dan masuk dalam kategori teman yang mana, Mobinah kemudian mengembangkan kuis persahabatan-kenalan di internet.

“Saya mengajukan pertanyaan seperti apakah Anda bersedia mengantarkan saya ke bandara ? Apakah kita tahan berbincang selama 20 menit? katanya.

“Saya pikir saya akrab dengan seseorang tapi ternyata mereka sangat mudah mengabaikan saya, atau meninggalkan saya,” katanya.

“Atau mereka akan menggunjingkan Anda di belakang. Ini adalah bentuk persahabatan sekarang ini dan saya benci itu,”

Sejumlah teman Mobinah mengaku kaget dengan hasil kuis tersebut. “Saya tidak menyadari ternyata saya berada cukup jauh dari pusat lingkaran teman dekat Mobinah dan kemudian saya menyadari kalau seluruh teman yang saya kenal dan saya kira merupakan teman dekatnya ternyata mereka juga berada di luar lingkaran teman saya,” kata Sarah, teman Mobinah yang hasil skor kuisnya menunjukan dia hanya masuk kategori kenalan 2,5.

Seorang teman Mobinah yang lain, Ahmad, masuk kategori kenalan level 3, Ia mengkritik tajam teori Persahabatan dan kenalan Mobinah.

“Menurut saya teori ini tidak benar dan saya tidak mempercayainya, Saya kira tidak pas jika kita menghitung kualitas persahatan berdasarkan angka-angka.”

Berkat teorinya ini Mobinah diundang tampil dalam acara podcast Pengadilan komedian AS, Hakim John Hodgkin untuk mendebatkkan teorinya dengan teman yang merasa teori ini membuatnya merasa sangat terasing dengan orang lain.

Akibatnya teori persahabatan dan kenalan Mobinah kini bergulir ke seluruh dunia. “Dari sana teori saya menjadi viral di internet, dan saya mulai menjumpai kalau ternyata teori yang saya buat dapat membantu orang yang memerlukannya,”

Warga AS Andrew Saada mengakui dan mempercayai teori Mobinah. “Teori ini sangat membantu saya tahun lalu, Saya ingat ketika itu saya sedang memiliki banyak masalah dalam persahabatan saya terlibat pertengkaran dengan teman,” katanya.

Awalnya Andrew merasa dia tidak bisa lepas dari persahabatannya bahkan ketika dia tahu persahabatannya sudah tidak sehat.

Teori Mobinah ini membantunya bersikap tegas terhadap persahabatannya. “Jika persahabatan itu berpengaruh negatif dengan saya seperti kebahagiaan saya, mengapa saya harus membuang waktu mempertahankan persahabatan itu,” katanya.

Mobinah mengaku bahagia teorinya bermanfaat untuk orang lain. “Saya kira semua orang sudah memiliki hirarki sosial didalam kepalanya. Siapa sahabat dekat mereka, siapa yang akan mereka hubungi ketika ada masalah. Dalam masyarakat kita selalu berusaha untuk mengatakan saya berteman dengan orang ini dan itu tapi ternyata pada kenyataannya kita tidak bersahabat tapi lebih pada kenalan saja,” ujarnya.

Mobinah mengatakan ketika banyak orang merasa mereka harus merasa terikat dengan seseorang yang disebutnya sebagai teman, padahal tidak harus selalu seperti itu.

“Seorang teman yang sejati akan menunjukan persahabatan mereka hanya dengan bersedia hadir untuk Anda ketika Anda membutuhkannya. Ada komunikasi, ada kejujuran hanya itu saja yang diperlukan. Menjadi sahabat itu ternyata sangat mudah,” ujarnya. (lis)

(Visited 161 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *