Ketika Simbol Amerika Merangkul Islam

SyariahCenter.com – Ia banyak disukai karena pandangan politiknya yang mengusung perdamaian, kesejahteraan pekerja, pelestarian lingkungan, dan perlindungan hak-hak sipil. Saat Presiden Barack Obama berpidato di Universitas Kairo, Mesir, pada 4 Juni 2009 lalu, ia kerap menyebut nama Keith Ellison. Sosok Ellison di mata pemimpin Amerika Serikat (AS) itu, adalah simbol persahabatan AS dengan Islam.

”Ketika orang Muslim pertama Amerika terpilih sebagai anggota Kongres, dia bersumpah setia pada konstitusi AS dengan mengangkat Alquran, kitab suci yang sama dengan yang disimpan salah seorang Bapak Bangsa kami, Thomas Jefferson, di perpustakaan pribadinya,” kata Obama.

Kendati namanya disebut-sebut dalam pidato Obama, namun Ellison sendiri tidak merasa disanjung. ”Saya hanya berpikir, ya kalau apa yang saya lakukan bisa membantu Anda dalam membuka pintu dengan dunia Muslim, maka saya bahagia bisa melakukannya,” kata Ellison.

Ellison menilai perjuangannya adalah memperluas peluang dan ruang gerak seluruh warga Amerika, dan bukan hanya ditempatkan sebagai orang yang memahami Muslim dan segala hal yang berkaitan dengan Islam.

”Jika pengetahuan saya mengenai agama dan kepekaan terhadap isu yang berkaitan dengan keyakinan membantu menciptakan pertemanan demi Amerika dan memperpendek jurang di antara kita, mengapa saya tidak menggunakannya?” lanjutnya.

Bagi dunia Arab, Ellison adalah simbol bahwa Amerika telah merangkul Islam. Sementara untuk Muslim Amerika dia adalah teladan politik. Wajar saja jika banyak pihak yang berpendapat demikian. Karena, bagi pemilihnya yang kebanyakan kaum liberal perkotaan Minneapollis, ibu kota negara bagian Minnesota, Ellison disukai karena pandangan politiknya yang mengusung perdamaian, kesejahteraan pekerja, pelestarian lingkungan, dan perlindungan hak-hak sipil.

(Visited 147 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *