Kekaguman Terhadap Kisah Rasulullah Abtar Lestari Memeluk Islam

Dia mencontohkan, ketika seseorang sakit, maka dia bisa melaksanakan shalat dengan duduk, tidur atau kalau tidak menemukan air bisa berwudhu dengan tayamum. Juga, kalau kita berpergian jauh, bisa jamak atau qhasar shalat. “Di situ saya merasa Islam sangat fleksible dan saya bandingkan dengan pengalaman saya ketika dulu yang selalu diwajibkan ke gereja dalam kondisi apapun,” ungkapnya.

Selain itu, yang semakin membuatnya kagum pada Islam, adalah ketika dia mempelajari tentang babi yang haram tapi bisa jadi halal dalam kondisi darurat. Sejak itu, ia merasa Islam sangat simple dan fleksible. Apapun yang diharamkan dalam Islam itu, memang benar-benar banyak mudharatnya dan alasannya pun jelas.

Ketertarikannya mengenal Islam semakin kuat. Buku-buku tentang Islam pun lantas dibelinya. Hingga, suatu saat ia membaca sejarah Nabi. Dari buku sejarah Nabi, maka yang pertama kali dia baca itu tentang Nabi Muhammad. Ayih pun membacanya dengan teliti. Akhirnya, ia sangat kagum dengan Nabi Muhammad SAW yang sangat arif dan baik kepada orang-orang kafir, sehingga banyak orang kafir yang menyukai beliau dan masuk Islam. “Cara Nabi Muhammad mengajarkan Islam itu, sangat lembut dan tidak memaksakan,” ujar Ayih.

Dikatakannya, pernah dirinya membaca kisah seorang pezinah yang ingin masuk Islam datang kepada Nabi. Pezinah itu mengakui bahwa dia tidak bisa meninggalkan perbuatannya. Namun, Nabi Muhammad SAW bilang tidak apa-apa tidak bisa langsung meninggalkan, asal jangan berbohong. Beberapa hari kemudian Rasul bertemu dengan orang itu dan menanyakan apa orang tersebut masih berzinah? Tapi orang itu malu untuk berbohong, dan akhirnya dia meninggalkan perbuatan zinahnya tersebut. “Sejak itu hati saya terketuk dan semakin yakin kalau Islam itu simple dan fleksible,” kata anak sulung tersebut.

Sejak saat itu, hatinya semakin mantap dan mulai belajar shalat dengan panduan buku-buku dan internet. Melalui gerakan shalat yang sudah di kaguminya itu, ia merasakan ketenangan dan ada kekuatan positif dalam hatinya hingga memberikan dia semangat yang luar biasa. Akhirnya, Ayih bertemu dengan seorang ustaz yang juga seorang mualaf. Darinya, Ayih belajar Islam lebih dalam lagi.

(Visited 387 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *