Kebingungan Mengantarkan Wanita Kristen Ini Menemukan Hidayah

Syariahcenter.com – Cobaan hidup yang datang menerpa pemilik nama asli, Hernita Elisabet Siregar, ini secara bertubi-tubi membuatnya sempat merasa frustrasi. Pada 2014, perempuan berusia 23 tahun itu harus berhenti dari pekerjaannya karena kontrak kerja yang tidak diperpanjang. Ini tak elak membuat ekonominya goyah. Padahal pada saat yang sama, ia harus membiayai kuliah.

Elisabet berkuliah dengan penghasilannya sendiri. Dia pun memutuskan untuk bekerja sambil berkuliah. Saat bekerja, ia memiliki penghasilan yang cukup untuk membiayai kuliahnya. Namun, karena gaya hidup yang ia dijalani, uang hasil kerjanya hanya dihabiskan untuk foya-foya.

Pulang larut malam dan gonta-ganti pacar. Karena gaya hidup bebas dan berlebihan yang ia jalani, Elisabet tidak memiliki tabungan sama sekali. Sehingga setelah kontrak kerja tidak diperpanjang ia tidak mampu membayar uang kuliah yang ditagih pihak kampus.

Tak sampai di sini, masalah lain juga datang hampir bersamaan. Ayah dan ibunya sudah tidak harmonis, adik yang terjebak dalam pergaulan bebas dan hubungannya dengan kekasih yang harus berakhir.

Elisabet merasa hidupnya hancur.

“Saya rapuh, saya terlunta-lunta,” ujar perempuan mantan pemeluk Kristen ini  beberapa waktu lalu. Ia pun mulai menyendiri di kamar dan bergeming selama berhari- hari, tak tahu harus ke mana. Ia memutuskan berhenti untuk mengikuti aktivitas gereja.

Elisabet mulai membaca Alkitab, berharap ia menemukan jawaban dan angin segar, tapi sayang, usahanya tak membuahkan hasil.

Kebingungan yang ia rasakan membawanya menuju kepastian. “Sampai akhirnya pikiran membawa saya tentang hal ibadah,” imbuh nya.

Entah, dorongan dari mana, tiba-tiba keinginan itu muncul. Ia ingin membaca terjemahan Alquran yang ia unduh dari ponsel pintarnya. Ia mulai membaca isi terjemahan surah Albaqarah hingga Maryam. Keraguan perlahan mulai menyerang keyakinannya.

Sebenarnya, perkenalan Elisabet, begitu akrab ia disapa, dengan Islam telah dimulai sejak menempuh pendidikan di salah satu sekolah dasar (SD) Kota Batam. Teman sekelasnya banyak yang beragama Islam. Ia merasa nyaman berinteraksi dengan mereka.

Kedekatan ini bahkan tak hanya hubungan pertemanan. Ia sering mengikuti beragam aktivitas bersama teman-teman Muslimnya. Tak terkecuali, saat Elisabet begitu asyik dan senang terlibat dalam kegiatan tutorial mengenakan jilbab, meski ia non-Muslim.

Perempuan kelahiran 29 Oktober 1993 ini terus menjalin persahabatan dengan teman Muslim hingga ia duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK). Satu kenyataan yang tak dapat ia mungkiri, yaitu bergaul dengan Muslim sungguh mengasyikkan.

Banyak hal positif yang ia dapatkan. Salah satunya, teman-teman Muslimnya itu tak mengenal istilah pacaran.
Tak perlu waktu lama, Elisabet mulai yakin dengan kebenaran agama Allah SWT ini. Ia langsung menghubungi teman Muslim semasa kecilnya untuk minta diantarkan ke Masjid Raya Batam untuk bersyahadat.

Temannya tersebut terkejut, malah mengkhawatirkan nasibnya kelak setelah memeluk Islam terutama menghadapi reaksi kedua orang tuanya. “Namun, saya tetap memaksa dan bertekad bulat,” paparnya.

Tiba di masjid, Elisabet berdiskusi dengan ustaz. Tepat pada 2 Juli 2014, seusai shalat Ashar, ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan memilih nama Nurhidayah Hernita Elisabet Siregar sebagai nama Muslimahnya.

Sepekan memeluk Islam, semula berjalan mulus. Elisabet berpuasa dan shalat secara sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan keluarga besarnya. Hingga peristiwa itu terjadi. Mukena dan buku panduan shalat yang ia sembunyikan di kamar raib. Ia khawatir, barang simpanannya itu terungkap oleh orang tuanya.

Kekhawatiran perempuan berdarah Medan ini terbukti. Ia disidang oleh sang ibu dengan kemarahan yang membuncah. Elisabet mencoba berkelit, tetapi tetap saja ia dipaksa mengaku hingga akhirnya memberanikan diri.

Sambil terisak, Elisabet mengaku ia me me luk Islam bukan karena siapa pun, murni karena kesadaran akan siapa Tuhan yang hakiki. Di tengah suasana tegang itu, bapak Elisabet muncul. “Bapak mengancam membunuh saya,\” tuturnya.

Elisabet terpojok. Ia memutuskan kabur dari rumah selama dua pekan lebih. Aksi penolakan tak terhenti meski ia telah menjauh dari rumah. Peristiwa itu tak akan pernah ia lupakan.

Di tengah jalan raya, ia diadang oleh segerombolan pria dalam mobil dan dipaksa masuk. “Ternyata mereka semua adalah adik- adik kandung bapak saya yang diperintahkan untuk mencari saya,” katanya.

Ia ditarik paksa masuk mobil. Sepeda motor diambil paksa dan ia pun dibawa pulang ke rumah. Barang pribadinya dirampas, seperti ponsel, dompet, bahkan jilbab pun mereka paksa lepaskan. “Tiba di rumah mereka sudah berkumpul, termasuk tiga pendeta,” ujar perempuan kelahiran Batam ini. Perdebatan kembali memanas yang diwarnai dengan perlakuan kasar.

Elisabet tetap bertahan. Beberapa hari kemudian, orang tuanya berencana mengirimnya ke Jawa untuk belajar di sekolah teologia.

Kesempatan ini ia manfaatkan betul. Ia pun berpura-pura seakan ingin kembali ke keyakinan lamanya.
Ia berhasil kabur ke Jakarta. Selama berada di Ibu Kota, ia menemui komunitas Muallaf Center Indonesia (MCI) dan mendapatkan banyak bantuan dan kemudahan.

Elisabet kembali ke Batam atas permintaan orang tua dan sempat mendapatkan perlakuan tak mengenakkan. Namun akhirnya, ketegangan tersebut bisa ia selesaikan. Ia memutuskan tinggal di luar rumah dan berjanji tetap menjaga komunikasi dengan keluarga besarnya.

“Godaan tetap ada, seperti SMS ajakan kembali ke agama lama, tapi saya tak menghiraukan,” tuturnya. (rep)

(Visited 457 times, 1 visits today)

One comment

  1. ini kisah seorang muslimah yang alhamdulillah sekarang sudah menjadi istri saya, doakan istri saya selalu istiqomah dijalan ALLAH, dan saya minta tolong kepada pihak website ini untuk mengganti profile istri saya dengan yang menutup aurat, karna saya ga mau aurat istri saya masih terpampar dimana mana, dan dosa jariyah nya selalu mengalir, bantu istri saya untuk mengurangi dosanya dengan cara mengganti foto profilenya, terimakasih, syukron jazakumullah khayr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *