Ini 9 Pertanyaan Yang Wajib Diresapi Bagi Calon Mualaf

Syariahcenter.com – Perjalanan menjadi sosok pribadi Muslim seorang mualaf dimulai dari keyakinan hati untuk menerapkan berbagai aturan Alquran dan hadis sebelum mantap mengucapkan kalimat syahadat.

Berikut sembilan pertanyaan yang harus diresapi serta wajib menjadi pedoman awal bagi seseorang yang ingin menjadi Muslim, dilansir dari The Huffington Post, Kamis (19/11).

1. Sudahkah Anda mempelajari tentang sejarah agama lainnya?
Dalam rukun iman Islam keempat disebutkan bahwa seorang Muslim harus beriman terhadap para rasul Allah. Otomatis, Islam mengajarkan perbedaan keyakinan ataupun agama adalah keniscayaan dan tak perlu diperdebatkan. Lantaran Islam sendiri lahir dari proses perjalanan.

2. Sudah siapkah dengan pertentangan dengan keluarga dan orang di sekitarmu?
Masa transisi ataupun perubahan keyakinan pasti memerlukan adaptasi, baik bagi jiwamu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu. Kondisi saat ini yang dilingkupi isu Islamofobia sedikit berpengaruh pada persepsi masyarakat tentang agama Islam. Sehingga tak perlu heran jika respons yang akan diterima oleh seorang mualaf sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya.

Beberapa keluarga bisa menerima perubahan tersebut, tapi beberapa di antaranya menyambut kurang baik. bersiaplah dengan dua kemungkinan baik ataupun buruk. Jalani saja apa yang Anda yakini baik dan sesuai aturan Alquran serta hadis.

3. Siapkah dengan gaya hidup yang baru?
Memeluk agama Islam bukanlah sebatas ritual. Setiap Muslim wajib mempraktikkan ajaran kebaikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menyeimbangkan hubungan dengan Allah SWT (habluminallah) dan sesama manusia (habluminannas).

Kewajibannya pun banyak, mulai dari shalat lima waktu dalam sehari, berpuasa Ramadhan, bersyahadat, berzakat, dan berhaji. Semuanya dilakukan tidak hanya sebagai bentuk ibadah bagi Allah SWT semata, tapi juga ada sisi kemanusiaan dalam praktiknya.

Bagi mualaf yang telah terbiasa menjalani kehidupan ala masyarakat Barat, memusnahkan kebiasaan minum minuman beralkohol dan tidak makan daging babi mungkin butuh waktu. Namun, dengan keyakinan bahwa semuanya demi kebaikan jiwa dan raga, para mualaf akan nyaman menjalaninya.

4. Apakah sudah memutuskan bergabung dengan komunitas Muslim?
Islam meganut konsep komunitas Ummah yang menginginkan persatuan. Namun, kenyataannya, bermunculan kelompok-kelompok Muslim yang berbeda konsep.

Agar lebih berimbang, sebaiknya mualaf mencoba bertanya langsung kepada komunitas-komunitas yang diminati ataupun bertanya kepada imam di Islamic Center tentang ragam aktivitas mereka. Supaya Anda bisa memilih kelompok mana yang memang sesuai dengan kebutuhan serta mampu mengantar Anda menjadi seorang Muslim yang sejati.

5.Sudahkah saya mempelajari isi dan kandungan Alquran?
Manfaatkanlah waktu dengan membaca dan belajar tentang Alquran. Sebagai seorang Muslim, Anda dituntut bukan saja lancar dan baik dalam membaca firman Allah SWT tersebut, tapi juga memahami makna isinya.

Bagi para mualaf, disarankan untuk membeli Alquran dengan terjemahan. Semakin mendalami kandungan Alquran, seorang mualaf akan benar-benar menjalani segala ketentuan dalam ajaran Islam dengan keikhlasan.

6. Sudahkah mengenal Nabi Muhammad SAW?
Nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai nabi penutup banyak mewariskan ajaran-ajaran mulianya kepada para sahabat. Maka, sebagai mualaf, seharusnya mempelajari sunnahnya dalam hadis-hadis shahih yang dicatat oleh para sahabat Rasulullah dan istri Rasulullah, Aisyah RA.

7. Sudahkah shalat dan berdoa dengan benar?
Doa adalah senjata terampuh umat Islam karena langsung terkait dengan habluminallah. Maka, mualaf disarankan membiasakan diri agar konsisten serta proaktif untuk memanjatkan doanya kepada Allah SWT agar menuntun mereka menjadi Muslim yang baik.

8 Siapkah dengan perbedaan kultur?
Setiap komunitas pasti mempunyai kultur berbeda-beda. Disinilah manfaat seorang mualaf untuk menyurvei terlebih dahulu komunitas Muslim mana yang cocok dengan kepribadian serta kebutuhannya.

9. Apakah hati dan pikiran sudah selaras?
Memilih sebuah agama sama dengan menyelaraskan hati dan pikiran untuk melakukan segala konsekuensi yang dihadapi dengan totalitas tinggi. Sehingga dalam prosesnya berjalan tanpa ragu. Maka, Alquran memerintahkan setiap Muslim untuk selalu merefleksi diri atau bermuhasabah atas segala pilihan hati serta tindakan yang telah atau akan dilakukannya. (feb)

(Visited 424 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *