Hukum Qunut Dalam Shalat Witir

SyariahCenter.com – Qunut, dalam bahasa Arab memiliki beragam makna. Qunut bisa berarti diam dan menahan diri dari berbicara apa pun.

Seperti yang disebutkan oleh sahabat Zaid bin Arqam, konon para sahabat ketika itu masih sering berbicara saat sedang shalat sampai ayat ke-238 dari surah al-Baqarah turun. “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.”

Qunut juga bisa bermakna berdiri, beribadah, atau ketaatan. Namun, kata Ibnu Manzhur, makna qunut yang paling populer adalah doa. Sedangkan, hakikat qunut adalah doa yang dilakukan dengan berdiri di atas kedua kaki. Pengertian qunut menurut pengertian syar’i adalah doa yang dilakukan dengan berdiri di rakaat terakhir saat shalat-shalat tertentu.

Pembacaan qunut, seperti yang dinukilkan di berbagai kitab fikih mazhab, banyak dilakukan di sejumlah shalat, baik sunah ataupun wajib. Salah satunya yang tak asing lagi ialah qunut di rakaat terakhir shalat witir. Apa hukum qunut ketika shalat witir baik ketika Ramadhan ataupun di hari-hari biasa?

Menurut dosen fikih perbandingan di Fakultas Tarbiyah Islam Universitas Al-Quds Terbuka Palestina, Dr Ismail Syandi, dalam bukunya yang berjudul Ahkam al-Qunut fi al-Fiqh al-Islamy, para ulama mazhab berbeda pendapat menyikapi persoalan qunut di rakaat terakhir shalat Witir.

Dalam pandangan kelompok yang pertama, kategori qunut ini hukumnya sunah. Pelaksanaannya tidak terbatas saat Ramadhan, tetapi juga berlaku tiap kali melakukan Witir di sepanjang tahun.

Selanjutnya >>
(Visited 103 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *