Hukum Minum Pil Tunda Menstruasi Agar Bisa Berpuasa

SyariahCenter.com – Puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang disyariatkan oleh Islam. Tetapi kewajiban ini bersyarat bagi mereka yang suci dari haidh atau menstruasi. Untuk itu mereka yang tengah mengalami menstruasi haram berpuasa. Tetapi ia mesti mengqadha utang puasanya di luar bulan puasa.

Perihal konsumsi obat-obatan dan ramuan sejenisnya untuk mengatur siklus menstruasi ini belum menjadi perbincangan para fuqaha di zaman dahulu. Kasus ini baru dibahas oleh para pakar fikih kontemporer.

Masalah ini setidaknya pernah dibahas oleh Guru Besar Ushul Fiqh di Fakultas Syariah dan Hukum di Thantha, Mesir, Prof Dr Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi. Menurut Ibrahim Al-Hafnawi, menstruasi merupakan fithrah yang ditakdirkan Allah SWT bagi kalangan wanita. Karenanya seorang muslimah tidak menanggung dosa ketika ia tidak berpuasa saat menstruasi. Ia wajib mengganti utang puasa itu di luar bulan suci Ramadhan. Inilah yang dilakukan muslimah-muslimah di zaman dahulu. Hal ini sejalan dengan fithrah yang ditakdirkan Allah SWT bagi kalangan perempuan.

Adapun agama Islam tidak melarang perempuan mengonsumsi pil penunda menstruasi agar mereka dapat mengikuti ibadah puasa Ramadhan. Pasalnya tidak ada dalil spesifik dari Al-Quran, hadits, ijmak, maupun qiyas yang melarang konsumsi pil tersebut.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ankara escort,ankara escort bayan,escort bayan,beylikdüzü escort,ataşehir escort,sex izle,kartal escort,beşiktaş escort,mecidiyeköy escort,türbanlı porno,pendik escort,ankara escort,sex izle,ankara escort,ankara escort,
seo teknikleri wordpress ücretsiz tema istanbul sexs shop hacklink e sigara sexs shop