Kisah – Syariah Center http://syariahcenter.com All About Syariah News & Activities Thu, 21 Jun 2018 21:06:04 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.6 Kisah Si Miskin Yang Tulus Bersedekah ke Orang Kaya http://syariahcenter.com/kisah-si-miskin-tulus-bersedekah-orang-kaya/ http://syariahcenter.com/kisah-si-miskin-tulus-bersedekah-orang-kaya/#comments Wed, 30 Nov 2016 15:44:34 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5613 SyariahCenter.com – Saudagar kaya yang lagi sakit itu menangis tersedu-sedu sesaat setelah tetangganya yang miskin menengoknya di rumah sakit dan memberinya amplop. Amplop kecil itu berisi uang Rp 20.000. H. Mahmud, demikian ia biasa dipanggil, membuka amplop itu dengan penuh rasa haru. “Bagaimana bisa orang semiskin Pak Manto itu menyumbang aku. Aku tahu Rp 20.000 ...

Posting Kisah Si Miskin Yang Tulus Bersedekah ke Orang Kaya ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Saudagar kaya yang lagi sakit itu menangis tersedu-sedu sesaat setelah tetangganya yang miskin menengoknya di rumah sakit dan memberinya amplop. Amplop kecil itu berisi uang Rp 20.000. H. Mahmud, demikian ia biasa dipanggil, membuka amplop itu dengan penuh rasa haru.

“Bagaimana bisa orang semiskin Pak Manto itu menyumbang aku. Aku tahu Rp 20.000 adalah sebesar penghasilannya per hari,” kata H. Mahmud pada dirinya sendiri. “Dia memang orang baik dan selalu tulus dalam kebaikannya kepada siapa pun. Aku bahkan tahu seandainya uang itu aku tolak, pasti Pak Manto tidak tersinggung.”

Kebaikan dan ketulusan hati Pak Manto membuat H. Mahmud tidak keberatan menerima sumbangannya. Ia tidak merasa tersinggung dengan sumbangan sekecil itu.

“Uang ini akan aku simpan baik-baik. Pasti di dalamnya banyak barokah karena Pak Manto mendapatkan uang ini tentu dengan cucuran keringat dan susah payah. Akan aku gunakan pada saat yang tepat.”

Tiga hari kemudian, H. Mahmud diperbolehkan pulang. Hal pertama yang dia rencanakan setelah kondisinya pulih adalah mengunjungi Pak Manto di rumahnya yang sederhana.

“Assalamu’alaikum!” Demikian H. Mahmud beruluk salam ketika memasuki rumah Pak Manto. Pak Manto terkaget karena tak pernah membayangkan akan dikunjungi H. Mahmud.

“Pak Manto, saya sangat berterima kasih atas kunjungan Pak Manto kepada saya di rumah sakit seminggu yang lalu. Alhamdulillah berkat doa Pak Manto, saya bisa segera sembuh. Saya bersilaturrahim ke sini juga dalam rangka mensyukuri kesehatan saya yang sudah pulih kembali. Tapi maaf saya tak bisa lama-lama di sini.”

H. Mahmud segera berpamitan pada Pak Manto sambil memberikan amplop berisi Rp 2.000.000. Bagi H. Mahmud, uang sejumlah itu sebanding nilainya dengan Rp 20.000 dari Pak manto karena sama-sama sebesar penghasilan per hari mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian, dibukanya amplop itu oleh Pak Manto dan meledaklah tangisnya.

“Tuhan, mengapa secepat dan sebesar ini Engkau membalas sedekahku. Bagaimana aku merasa bangga sedang aku lebih mengharapkan balasan di akhirat, yakni berjumpa dengan-Mu. Tuhan, aku tak pernah berniat bisnis dengan-Mu dalam setiap sedekahku. Berhentilah membalas sedekahku di dunia ini. Ataukah, Engkau memang tidak mencintaiku?!” Pak Manto menangis tersedu-sedu. Air matanya bercucuran. Hatinya pilu.

Siang itu, Pak Manto bergegas menuju rumah sakit yang tak jauh dari rumahnya. Ia tahu pasti banyak pasien miskin yang tak bisa segera tinggalkan rumah sakit karena belum bisa menyelesaikan tagihannya. Diberikanlah uang dari H. Mahmud itu kepada seorang laki-laki muda yang tampak murung dan bingung karena uangnya belum cukup untuk menebus biaya istrinya yang melahirkan dengan operasi caesar.

“Terimalah uang ini. Ini sedekah dari seorang saudagar kaya di kota ini. Mas tidak usah bertanya siapa nama saudagar itu karena beliau belum tentu senang diketahui identitasnya,” kata Pak Manto lirih.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Univeritas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

(nuorid)

Posting Kisah Si Miskin Yang Tulus Bersedekah ke Orang Kaya ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/kisah-si-miskin-tulus-bersedekah-orang-kaya/feed/ 1
Bertawasul Ke Imam al-Ghazali, Barang Hilang Pun Ketemu http://syariahcenter.com/bertawasul-imam-al-ghazali-barang-hilang-ketemu/ http://syariahcenter.com/bertawasul-imam-al-ghazali-barang-hilang-ketemu/#respond Wed, 30 Nov 2016 15:35:55 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5615 SyariahCenter.com – Seorang pemuda asal Tegal berusia kira-kira 36 tahun, sebutlah namanya Udin (nama samaran), hari itu sedang dilanda kebingungan. Di saat usaha membuka warung sembako yang dirintis bersama istrinya belum benar-benar stabil dan menunjukkan perkembangan yang berarti, tiba-tiba sejumlah uang yang selama ini mereka kumpulkan dari hasil berdagangnya itu hilang entah di mana. Padahal ...

Posting Bertawasul Ke Imam al-Ghazali, Barang Hilang Pun Ketemu ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Seorang pemuda asal Tegal berusia kira-kira 36 tahun, sebutlah namanya Udin (nama samaran), hari itu sedang dilanda kebingungan. Di saat usaha membuka warung sembako yang dirintis bersama istrinya belum benar-benar stabil dan menunjukkan perkembangan yang berarti, tiba-tiba sejumlah uang yang selama ini mereka kumpulkan dari hasil berdagangnya itu hilang entah di mana. Padahal Udin belum punya rumah sendiri, melainkan masih ikut tinggal di rumah mertuanya di Cirebon.

Sebab utama kebingungan Udin sebenarnya bukan karena uangnya yang hilang. Tetapi lantaran dia masih tinggal seatap dengan mertuanya, tentu saja orang tua istrinya itu mempersoalkan dan menyayangkan atas kejadian hilangnya uang tersebut. Apalagi mertuanya juga menuntut kepada Udin bagaimana caranya supaya dapat menemukan uang yang raib itu. Ayah istrinya itu seakan menekan Udin yang merupakan santri alumni pesantren agar menunjukkan kemampuannya dalam soal ini. Merasa ditantang demikian, Udin akhirnya menyanggupi dan berjanji akan dapat menemukan uangnya dalam waktu seminggu.

Itulah pemantik kebingungan Udin, yaitu terpaksa menyanggupi dan menjanjikan kepada mertuanya akan dapat menemukan kembali uangnya. Padahal meski dia alumni pesantren tapi ia merasa tak memiliki kemampuan layaknya orang pintar yang diidentikkan mempunyai kemampuan supra natural. Kendati menyadari tak memiliki kecakapan demikian, tidak lantas Udin pergi ke dukun atau paranormal. Udin tetap berusaha berpikir dan mencari solusinya sendiri.

Jauh sebelum Udin menikah dua tahunan lalu, dia yang juga menjadi guru honorer di sebuah sekolah formal ini merupakan seorang yang dikenal sangat gandrung (sangat menyukai) dengan kajian agama dalam kitab Ihya’ Ulumudin karya Imam Al-Ghazali. Dia berusaha sebisa mungkin agar perilaku hidupnya, terutama dalam bidang muamalah bisa berkesesuaian dengan ajaran Imam Ghazali yang tertuang dalam Ihya’ tersebut. Maka sebagai konsekuensinya Udin ketika menjalankan suatu pekerjaan atau usaha dirinya sangat berhati-hati, tidak asal mendapat untung dan penghasilan besar. Tapi diperhatikan betul apakah bisnis atau jual beli yang ia jalani misalnya, telah sesuai dengan ketentuan fiqih atau justru melanggar.

Akhirnya Udin bertawasul (berdoa dengan perantara, red) kepada Imam Ghazali. Lalu curhat kepada Imam Ghazali tentang problem yang sedang dialaminya. Sebagai orang yang telah memiliki bekal ilmu Tauhid yang memadai, tentu Udin sudah paham mana hal-hal yang dikategorikan perbuatan syirik dan mana perbuatan yang diperbolehkan syariat.

Ajaibnya, beberapa waktu setelah tawassul dan curhat kepada Imam Ghazali (dengan caranya sendiri), uang yang sebelumnya hilang itu sudah berada kembali di tempat penyimpanannya semula. Tidak diketahui siapa yang mengembalikan uang itu di tempat asalnya. Setelah dihitung ternyata jumlahnya sama, tidak berkurang. Udin riang gembira, walau sebelumnya janji akan dapat menemukan kembali uangnya dalam jangka satu pekan sebetulnya karena terpaksa dan nekad saja—barangkali demi menjaga harga diri. Kini ucapanya itu benar-benar terbukti. Sejak itu Udin mulai diperhitungkan oleh mertuanya.

Menurut pandangan Udin keajaiban yang dialaminya itu bukanlah jenis amalan klenik atau mistik, tetapi merupakan suatu kejadian biasa saja yang logis serta dapat dirasionalkan. Dia meyakini bahwa meski sudah wafat ratusan tahun lalu bahkan lebih lama lagi dari itu, arwah para “wali” termasuk Imam Al-Ghazali masih hidup dan dapat mendengar komunikasi orang yang masih hidup saat ini.

Tak hanya itu, lulusan dari salah satu pesantren di Babakan Cirebon ini meyakini ketika seseorang membaca kitab karya para wali tersebut, berarti pembaca sedang berdialog dengan “ruh” pengarang kitab itu dalam arti sesungguhnya.

Saat pembaca mengarungi samudera pemikiran ulama melalui kitabnya, hakikatnya dia tidak sedang berhadapan hanya dengan benda mati berupa kertas bertinta hitam yang berjilid, tapi juga berhadapan dengan “ruh” penulisnya. Kian intens dan seringnya pembaca dalam menelaah pemikiran ulama-auliya’ sehingga memperoleh pemahaman yang mendalam, maka makin akrab dan kian kenal pula dengan penulisnya. Dari situ terjalinlah hubungan sepritual melalui pengenalan yang intens saat mengkaji karangannya.

Pandangan Udin di atas menurut penulis artikel ini sangat kompatibel jika dikaitkan dengan adab seorang pembelajar dalam tradisi pesantren yang begitu mengagungkan kitab karangan ulama seperti misalnya imbauan supaya dalam keadaan punya wudhu saat pelajar memegang kitab, tidak boleh ditaruh di tempat yang rendah sehingga terlangkahi, tidak boleh ditaruh di atas kitab sesuatu barang dan etika lainnya. Penghormatan yang tinggi demikian karena tulisan ulama-aulia’ tidak sekadar berupa kumpulan kertas dan tinta, melainkan juga terdapat “jiwa” pengarangnya.

Di samping itu dalam konteks hubungan buku dan pengarangnya pandangan Udin tersebut jauh lebih filosofis dibandingkan pernyataan sastrawan Pramoedya Ananta Toer misalnya yang pernah mengatakan bahwa semua buku hasil karanganya tak lain adalah anak-anak rohaninya yang mempunyai sejarahnya masing-masing.

* Ditulis oleh M. Haromain, berdasarkan penuturan kawan informan dari Plered Cirebon belum lama ini. (nuorid)

Posting Bertawasul Ke Imam al-Ghazali, Barang Hilang Pun Ketemu ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/bertawasul-imam-al-ghazali-barang-hilang-ketemu/feed/ 0
Kisah Gus Dur Dan Abah Afandi Usir Maling Di Pondok http://syariahcenter.com/kisah-gus-dur-dan-abah-afandi-usir-maling-pondok/ http://syariahcenter.com/kisah-gus-dur-dan-abah-afandi-usir-maling-pondok/#respond Fri, 15 Jul 2016 17:20:09 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5454 SyariahCenter.com – Salah satu kiai sepuh NU Jawa Barat KH Afandi Abdul Muin Syafi’i yang akrab disapa Abah Afandi, berpulang ke rahmatullah, Rabu (13/7/2016) dalam usia 78. Abah Afandi pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren salah satunya di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang mulai tahun 1953 sampai tahun 1962. Di antara teman yang akrab dengan Abah ...

Posting Kisah Gus Dur Dan Abah Afandi Usir Maling Di Pondok ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Salah satu kiai sepuh NU Jawa Barat KH Afandi Abdul Muin Syafi’i yang akrab disapa Abah Afandi, berpulang ke rahmatullah, Rabu (13/7/2016) dalam usia 78. Abah Afandi pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren salah satunya di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang mulai tahun 1953 sampai tahun 1962.

Di antara teman yang akrab dengan Abah Afandi sewaktu mondok di Tambakberas adalah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu Gus Dur ikut pamannya yang bernama Mbah KH Fattah Hasyim Idris (Kiyai sepuh pesantren Tambakberas waktu itu).

Di tengah malam, sekitar pukul 23.00, Abah Afandi sering diajak oleh Gus Dur ngopi di tempat (warung) yang cukup jauh dan berada di luar area pondok pesantren. Pulang kembali ke Pondok sekitar pukul 01.00 dini hari.

Suatu saat, sepulang dari ngopi dan sudah sampai di area pondok, Abah Afandi melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Dia berkata kepada Gus Dur: “Gus, ada dua orang lebih di sana. Sepertinya pencuri mau memanjat pagar pondok, sampean kejar Gus”.

Gus Dur menjawab dengan santai: “Sampean saja yang mengejar”. Saling menyuruh atau meminta siapa yang di depan ini berlangsung berulang-ulang, suara pun semakin keras diantara keduanya, sampai pada akhirnya sang pencuri tahu ada orang, dan melarikan diri.

Selanjutnya >>

Posting Kisah Gus Dur Dan Abah Afandi Usir Maling Di Pondok ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/kisah-gus-dur-dan-abah-afandi-usir-maling-pondok/feed/ 0
Ketika Kiai Diprotes Karena Beli Mobil Mewah http://syariahcenter.com/ketika-kiai-diprotes-beli-mobil-mewah/ http://syariahcenter.com/ketika-kiai-diprotes-beli-mobil-mewah/#respond Fri, 15 Jul 2016 17:15:48 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5455 SyariahCenter.com – Alkisah seorang ulama kharismatik di daerahnya—sebut saja Kiai Iman—membeli sebuah mobil mewah seharga hampir 500 juta rupiah. Padahal, di rumahnya sudah ada mobil yang juga cukup mahal, kira-kira 200-an juta rupiah. Dipakailah mobil mewat itu untuk mudik Lebaran sebagaimana lazimnya para perantau. Suatu ketika seorang tamu datang ke kediaman Kiai Iman untuk bersilaturahim ...

Posting Ketika Kiai Diprotes Karena Beli Mobil Mewah ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Alkisah seorang ulama kharismatik di daerahnya—sebut saja Kiai Iman—membeli sebuah mobil mewah seharga hampir 500 juta rupiah. Padahal, di rumahnya sudah ada mobil yang juga cukup mahal, kira-kira 200-an juta rupiah. Dipakailah mobil mewat itu untuk mudik Lebaran sebagaimana lazimnya para perantau.

Suatu ketika seorang tamu datang ke kediaman Kiai Iman untuk bersilaturahim dan halal bihahal dengannya. Melihat dua mobil mewah terparkir di depan rumah, si tamu pun tak betah menahan tanya.

“Mohon maaf, Kiai, itu mobil mewah punya Kiai?

“Ya, itu mobil saya. Kenapa? Tanya balik Kiai Iman.

“Enggak apa-apa, Kiai. Ngomong-ngomong harganya berapa, kok keren banget?” Si tamu makin kepo.

Kiai pun menjawab, “Ah itu mobil murah, cuma 475 juta.”

Mendengar jawaban sang kiai tamu pun tercengang. Mungkin benaknya memberontak, tak percaya dengan apa yang dilihatnya: mana mungkin seorang kiai yang kesibukanya mengajar di pesantren mampu membeli mobil dengan harga fantastis?

Entah apa yang dipikirkan, si tamu tiba-tiba memberanikan diri untuk menegur sang kiai. “Mohon maaf, Kiai, Anda ini seorang kiai kenapa Anda mengajarkan kepada santri untuk cinta dengan duniawi?”

“Kok bisa?” Sahut Kiai Iman.

“Ya jelas, karena Kiai membeli mobil mewah, padahal sudah punya mobil mahal.”

“Kalau orang melihat saya beli mobil, lalu mereka ingin seperti saya, kenapa kalau saya shalat malam orang tidak ingin seperti saya. Kalau saya zikir malam kenapa mereka tak ingin seperti saya. Kalau saya berbuat baik kenapa orang tak ingin berbuat baik seperti saya.”

Mendengar jawaban sang kiai, si tamu pun terdiam. Tampak merenung dengan apa yang disampaikan oleh Kiai Iman. Ia pun seperti sadar bahwa dirinya terkena wabah iri terhadap hal-hal duniawi bukan iri terhadap hal-hal ukhrawi. (Baca: Masuk Neraka Gara-gara Air Wudhu?)

Cinta dunia sesungguhnya tak diukur dari seberapa besar harta yang dimiliki. Zuhud seseorang bergantung pada sikap batinnya. Seseorang yang memiliki kecenderungan hati pada kesenangan duniawi, meski tampak tak punya harta sama sekali, itu sudah masuk cinta dunia (hubbud dunya). (Ahmad Asmu’i/ nuorid)

Ditulis dari kisah nyata dalam momen sowan Lebaran 1437 H

Posting Ketika Kiai Diprotes Karena Beli Mobil Mewah ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/ketika-kiai-diprotes-beli-mobil-mewah/feed/ 0
Kisah Si Miskin Masuk Neraka Gara-gara Air Wudhu http://syariahcenter.com/kisah-si-miskin-masuk-neraka-gara-gara-air-wudhu/ http://syariahcenter.com/kisah-si-miskin-masuk-neraka-gara-gara-air-wudhu/#respond Fri, 15 Jul 2016 17:10:05 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5456 SyariahCenter.com – Berikut ini adalah cerita tentang dua orang dengan kondisi yang kontras: seorang laki-laki kaya raya dan perempuan papa. Dalam keseharian pun, keduanya tampak begitu berbeda. Sang lelaki hidupnya padat oleh kesibukan duniawi, sementara wanita yang miskin itu justru menghabiskan waktunya untuk selalu beribadah. Kesungguhan dan kerja keras lelaki tersebut membawanya pada kemapanan ekonomi ...

Posting Kisah Si Miskin Masuk Neraka Gara-gara Air Wudhu ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Berikut ini adalah cerita tentang dua orang dengan kondisi yang kontras: seorang laki-laki kaya raya dan perempuan papa. Dalam keseharian pun, keduanya tampak begitu berbeda. Sang lelaki hidupnya padat oleh kesibukan duniawi, sementara wanita yang miskin itu justru menghabiskan waktunya untuk selalu beribadah.

Kesungguhan dan kerja keras lelaki tersebut membawanya pada kemapanan ekonomi yang diidamkan. Kekayaannya tak ia nikmati sendiri. Keluarga yang menjadi tanggung jawabnya merasakan dampak ketercukupan karena jerih payahnya. Lelaki ini memang sedang berkerja untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

Nasib lain dialami si perempuan miskin. Para tetangganya tak menemukan harta apapun di rumahnya. Kecuali sebuah bejana dengan persediaan air wudhu di dalamnya. Ya, bagi wanita taat ini, air wudhu menjadi kekayaan yang membanggakan meski hidup masih pas-pasan. Bukanah kesucian menjadikan ibadah kita lebih diterima dan khidmat? Dan karenanya menjanjikan balasan yang jauh lebih agung dari sekadar kekayaan duniawi yang fana ini?

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam kitab al-Minahus Saniyyah mengisahkan, suatu ketika ada seorang yang mengambil wudhu dari bejana milik perempuan itu. Melihat hal demikian, si perempuan berbisik dalam hati, “Kalau air itu habis, lalu bagaimana aku akan berwudhu untuk menunaikan sembahyang sunnah nanti malam?”

Apa yang tampak secara lahir tak selalu menunjukkan keadaan sebenarnya. Diceritakan, setelah meniggal dunia, keadaan keduanya jauh berbeda. Sang lelaki kaya raya itu mendapat kenikmatan surga, sementara si perempuan papa yang taat beribadah itu justru masuk neraka. Apa pasal?

Lelaki hartawan tersebut menerima kemuliaan lantaran sikap zuhudnya dari gemerlap duniawi. Kekayaannya yang banyak tak lantas membuatnya larut dalam kemewahan, cinta dunia, serta kebakhilan. Apa yang dimilikinya semata untuk kebutuhan hidup, menunjang keadaan untuk mencari ridla Allah.

Pandangan hidup semacam ini tak dimiliki si perempuan. Hidupnya yang serbakekurangan justru menjerumuskan hatinya pada cinta kebendaan. Buktinya, ia tak mampu merelakan orang lain berwudhu dengan airnya, meski dengan alasan untuk beribadah. Ketidakikhlasannya adalah petunjuk bahwa ia miskin bukan karena terlepas dari cinta kebendaan melainkan “dipaksa” oleh keadaan.

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani menjelaskan dalam kitab yang sama bahwa zuhud adalah meninggalkan kecenderungan hati pada kesenangan duniawi, tapi bukan berarti mengosongkan tangan dari harta sama sekali. Segenap kekayaan dunia direngkuh untuk memenuhi kadar kebutuhan dan memaksimalkan keadaan untuk beribadah kepada-Nya.

Nasihat ulama sufi ini juga berlaku kebalikannya. Untuk cinta dunia, seseorang tak mesti menjadi kaya raya terlebih dahulu. Karena zuhud memang berurusan dengan hati, bukan secara langsung dengan alam bendawi. (Mahbib/ nuorid)

Posting Kisah Si Miskin Masuk Neraka Gara-gara Air Wudhu ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/kisah-si-miskin-masuk-neraka-gara-gara-air-wudhu/feed/ 0
Nabi Khidir AS Dan Lima Pesan Misterius Sarat Hikmah http://syariahcenter.com/nabi-khidir-as-dan-lima-pesan-misterius-sarat-hikmah/ http://syariahcenter.com/nabi-khidir-as-dan-lima-pesan-misterius-sarat-hikmah/#respond Sat, 02 Jul 2016 00:34:03 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5225 SyariahCenter.com – Kisah Nabi Khidir AS memang sarat dengan pesan dan hikmah bijak. Bukan hanya seputar perjalanannya yang fenomenal dengan Nabi Musa AS, melainkan masih banyak lagi kisah hidup lain dari Nabi Khidir yang bermuatan hikmah agung. Di antaranya, seperti dikisahkan Jurnal 1001 Kisah Teladan Muslim, Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu ...

Posting Nabi Khidir AS Dan Lima Pesan Misterius Sarat Hikmah ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Kisah Nabi Khidir AS memang sarat dengan pesan dan hikmah bijak. Bukan hanya seputar perjalanannya yang fenomenal dengan Nabi Musa AS, melainkan masih banyak lagi kisah hidup lain dari Nabi Khidir yang bermuatan hikmah agung.

Di antaranya, seperti dikisahkan Jurnal 1001 Kisah Teladan Muslim, Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi mendapat perintah. Perintah tersebut berbunyi: “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.” Begitu bunyi bait pertama kepada Nabi Khidir.

Masih di dalam tidurnya, Nabi Khidir menerima lima perintah yang harus dikerjakannya dengan segera jika ingin mendapatkan ridha Allah SWT. “Engkau juga dikehendaki berbuat, pertama apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua engkau sembunyikan, ketiga engkau terimalah, keempat jangan engkau putuskan harapan, dan yang kelima larilah engkau daripadanya.”

Pada keesokan harinya, Nabi Khidir itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat. Baru beberapa kilo keluar dari rumahnya, Nabi Khidir dipertemukan dengan perintah pertama.

Naum Nabi Khidir bingung karena yang diperintahkan pertama itu adalah memakannya. Sementara yang ia temui adalah sebuah bukit. Karena kebingungan itu ia bergumam dalam hatinya.

“Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.”

Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika ia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.

Selanjutnya >>

Posting Nabi Khidir AS Dan Lima Pesan Misterius Sarat Hikmah ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/nabi-khidir-as-dan-lima-pesan-misterius-sarat-hikmah/feed/ 0
Kisah Mimpi Sufyan Ats-Tsauri Saat Tidur Di Sebelah Makam http://syariahcenter.com/kisah-mimpi-sufyan-ats-tsauri-saat-tidur-sebelah-makam/ http://syariahcenter.com/kisah-mimpi-sufyan-ats-tsauri-saat-tidur-sebelah-makam/#respond Fri, 01 Jul 2016 00:18:39 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5190 SyariahCenter.com – Sufyan ats-Tsuri yang bermukim di Makkah selama tiga tahun suatu hari menyaksikan seorang pria penduduk setempat mengunjungi Masjidil Haram. Pria ini melaksanakan thawaf, sembahyang dua rakaat, lantas mengucapkan salam kepada ulama kelahiran Kufah itu, sebelum akhirnya pulang ke rumahnya. Pristiwa yang ternyata rutin terjadi saban siang membuat Sufyan menaruh rasa kagum dan simpati ...

Posting Kisah Mimpi Sufyan Ats-Tsauri Saat Tidur Di Sebelah Makam ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Sufyan ats-Tsuri yang bermukim di Makkah selama tiga tahun suatu hari menyaksikan seorang pria penduduk setempat mengunjungi Masjidil Haram. Pria ini melaksanakan thawaf, sembahyang dua rakaat, lantas mengucapkan salam kepada ulama kelahiran Kufah itu, sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.

Pristiwa yang ternyata rutin terjadi saban siang membuat Sufyan menaruh rasa kagum dan simpati kepadanya. Sufyan pun berulang kali mendatanginya hingga suatu saat pria ahli ibadah tersebut jatuh sakit dan seperti hendak menemui ajal.

Ia pun memanggil Sufyan ats-Tsauri dan berwasiat, “Apabila aku mati, mandikanlah aku dengan tanganmu sendiri, shalatkan, lalu kuburkan. Dan jangan kau tinggalkan aku sendirian di kuburan malam itu. Bacakan talqîn (tuntunlah) aku tentang tauhid dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.”

Sufyan yang bernama lengkap Sufyan bin Sa’id bin Masruq bin Habib bin Rafi’ bin Abdillah dikenal tak hanya sebagai ulama yang berpengetahuan sangat luas, tapi juga pribadi yang wara’, zuhud, dan teguh dalam memegang janji. Dan Sufyan mengiyakan semua pesan yang disampaikan sahabat karibnya tersebut.

Ketika pria ahli ibadah itu wafat, Sufyan mulai melaksanakan wasiat satu per satu, termasuk rela bermalam di sebelah kuburan sang sahabat. Dalam kesunyian itulah, ia memperoleh pengalaman spiritual yang tak disangka-sangka.

Selanjutnya >>

Posting Kisah Mimpi Sufyan Ats-Tsauri Saat Tidur Di Sebelah Makam ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/kisah-mimpi-sufyan-ats-tsauri-saat-tidur-sebelah-makam/feed/ 0
Ketika Alquran & Sains Bicara Tentang Jaring Laba-Laba http://syariahcenter.com/ketika-alquran-sains-bicara-jaring-laba-laba/ http://syariahcenter.com/ketika-alquran-sains-bicara-jaring-laba-laba/#respond Thu, 23 Jun 2016 01:22:53 +0000 http://syariahcenter.com/?p=5027 SyariahCenter.com – Jaring laba-laba dari sisi pandang fisik adalah rumah paling rapuh dari semua rumah yang bisa dibangun makhluk hidup di dunia. Rumah itu tidak melindungi penghuninya dari panas matahari, atau dingin yang ekstrem. Benang yang membangunnya juga tidak membentuk bayangan yang memadai, juga tidak melindungi laba-laba dari hujan, angin yang menyerbu, atau bahaya penyerang. ...

Posting Ketika Alquran & Sains Bicara Tentang Jaring Laba-Laba ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Jaring laba-laba dari sisi pandang fisik adalah rumah paling rapuh dari semua rumah yang bisa dibangun makhluk hidup di dunia. Rumah itu tidak melindungi penghuninya dari panas matahari, atau dingin yang ekstrem.

Benang yang membangunnya juga tidak membentuk bayangan yang memadai, juga tidak melindungi laba-laba dari hujan, angin yang menyerbu, atau bahaya penyerang. Lemahnya rumah laba-laba sudah dijelaskan Allah SWT dalam Alquran.

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah,” Q.S. Al-Ankabut (Laba-laba) ayat 41.

Menurut Alquran, kelemahan rumah laba-laba bukan terletak dari benangnya. Menurut sains, benang laba-laba memang sangat kuat. Ketebalan setiap benang bisa mencapai satu per jutaan inci atau lebih tebal dari rambut manusia.

Sutra benang yang membentuk jaring laba-laba bahkan dianggap lebih kuat dari baja, dan kekuatan mereka hanya dikalahkan kuarsa meleleh. Benang tipis membentang sampai lima kali panjangnya sebelum dipotong. Oleh karena itu, para ilmuwan menyebutnya “baja biologis” atau “bio-baja”. Mereka dua puluh kali lebih kuat dari baja logam biasa. Toleransinya terukur 150 ribu kilogram untuk inci persegi.

Selanjutnya >>

Posting Ketika Alquran & Sains Bicara Tentang Jaring Laba-Laba ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/ketika-alquran-sains-bicara-jaring-laba-laba/feed/ 0
Ketika Suami Minta Izin Kiai Untuk Bunuh Selingkuhan Istri http://syariahcenter.com/ketika-suami-minta-izin-kiai-bunuh-selingkuhan-istri/ http://syariahcenter.com/ketika-suami-minta-izin-kiai-bunuh-selingkuhan-istri/#respond Mon, 20 Jun 2016 02:41:23 +0000 http://syariahcenter.com/?p=4935 SyariahCenter.com – Seorang ulama atau kiai adalah tokoh yang bertanggung jawab dalam mendidik moral masyarakat. Tanggung jawab ini sering sangat berat karena watak dan karakter masyarakat tidaklah sama. Para kiai tidak jarang dihadapkan pada sebuah situasi sulit ketika ia harus menjaga agar prinsip-prinsipnya tidak terlukai. Tak terkecuali Kiai Muhammad, seorang Kiai di Desa Bandungan Kecamatan ...

Posting Ketika Suami Minta Izin Kiai Untuk Bunuh Selingkuhan Istri ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Seorang ulama atau kiai adalah tokoh yang bertanggung jawab dalam mendidik moral masyarakat. Tanggung jawab ini sering sangat berat karena watak dan karakter masyarakat tidaklah sama. Para kiai tidak jarang dihadapkan pada sebuah situasi sulit ketika ia harus menjaga agar prinsip-prinsipnya tidak terlukai.

Tak terkecuali Kiai Muhammad, seorang Kiai di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamkesanan yang sangat alim dan menutupi dirinya dari keterkenalan oleh khlayak ramai. Kabarnya ia pernah nyantri di Pesantren Kiai Maksum Lasem. Ia juga rupanya memiliki hubungan yang baik dengan pesntren Tebuireng, Denanyar, Tambakberas dan Rejoso Jombang.

Kiai Muhammad pernah menceritakan kepada penulis bahwa suatu hari datanglah kepadanya seorang warga desanya yang baru pulang bekerja dari luar negeri sebagai TKI. Dalam sowannya itu dengan nada memendam amarah yang memuncak, seorang warga meminta izin sang kiai untuk membunuh seseorang. Pasalnya, orang yang dimaksud ini telah main serong dengan istrinya selama ditinggal bekerja ke luar negeri.

“Saya minta izin kiai, saya minta restu dan doanya, saya mau carok.” Katanya.

“Kenapa?” kata sang kiai.

“Istri saya diambil orang,” ungkapnya.

Untungnya, sang kiai dapat meredam emosi warga tersebut. Sang kiai mengungkapkan bahwa tidak ada untungnya berkelahi dan bunuh-membunuh. Ia juga mengungkapkan bahwa jika seorang warga tersebut menang, ia akan dipenjara. Selama di penjara siapa yang tahu kalau istrinya akan dicuri orang lagi. Jika ia kalah dan harus mati, maka istrinya akan kawin lagi. Jadi sebaiknya carok itu jangan pernah terjadi.

“Menurut saya,” lanjut sang kiai dengan nada tenang dan hati-hati, “Sebaiknya jangan ada bunuh-bunuhan karena tidak ada untungnya baik buat yang kau bunuh maupun dirimu sendiri.”

“Lagian kamu sendiri juga agak keliru, masa istri ditinggal ke luar negeri, dalam hitungan tahun lagi,” kata Kiai Muhammad yang mengerti bahwa tamunya itu habis pulang dari luar negeri.

“Sebaiknya jangan ada carok itu, kamu lebih baik hidup tenang dan jaga istrimu baik-baik. Yang lalu biarlah berlalu sebagai pelajaran. Kalau harus ke luar negeri berangkatlah bersama jangan sendiri-sendiri,” tutur Kiai Muhammad sebagai pamungkas.

Warga tersebut langsung menyadari emosinya dan pulang dengan perasaan yang penuh kesadaran akan kesalahan dirinya telah meninggalkan istri ke luar negeri. Pertumpahan darah pun dihindarkan. Kiai Muhammad sukses memberi jalan tengah “menang sama menang” dan menghindarkan warga tersebut dari perbuatan yang mencelakakan orang lain dan dirinya. (R. Ahmad Nur Kholis/ nuorid)

Posting Ketika Suami Minta Izin Kiai Untuk Bunuh Selingkuhan Istri ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/ketika-suami-minta-izin-kiai-bunuh-selingkuhan-istri/feed/ 0
Usaid bin Hudhair, Sahabat Nabi Yang Tilawahnya Dikagumi Malaikat http://syariahcenter.com/usaid-bin-hudhair-sahabat-nabi-tilawahnya-dikagumi-malaikat/ http://syariahcenter.com/usaid-bin-hudhair-sahabat-nabi-tilawahnya-dikagumi-malaikat/#respond Sun, 19 Jun 2016 03:01:12 +0000 http://syariahcenter.com/?p=4902 SyariahCenter.com – Novelis Habiburrahman El Shirazy mendukung perlombaan penghafal Alquran untuk anak-anak. Dia menilai, hal tersebut bisa mendekatkan anak kepada Alquran dan menjadi pemulia bagi orangtuanya. Kecintaan terhadap Alquran juga menurut Habiburrahman sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. “Dulu ada bagaimana Alquran sangat mempengaruhi juga tercemin dari kisahnya sahabat Nabi yaitu Usaid bin Hudhair,” ...

Posting Usaid bin Hudhair, Sahabat Nabi Yang Tilawahnya Dikagumi Malaikat ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
SyariahCenter.com – Novelis Habiburrahman El Shirazy mendukung perlombaan penghafal Alquran untuk anak-anak. Dia menilai, hal tersebut bisa mendekatkan anak kepada Alquran dan menjadi pemulia bagi orangtuanya.

Kecintaan terhadap Alquran juga menurut Habiburrahman sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. “Dulu ada bagaimana Alquran sangat mempengaruhi juga tercemin dari kisahnya sahabat Nabi yaitu Usaid bin Hudhair,” kata Habiburrahman di Bogor, Sabtu (18/6).

Kang Abik, begitu ia biasa disapa merawikan, Usaid merupakan pemuda dari kaum Anshar yang sering membaca Alquran. Ketia ia membaca, selalu kuda peliharaannya meronta-meronta tidak bisa diam.

“Dia khawatir suara berisik kuda mengganggu tidur anaknya. Akhirnya setiap kali berhenti membaca Alquran, kudanya baru tenang,” ungkap Habiburrahman.

Saat dia berhenti membaca Alquran, kata Kang Abik, Usaid seperti melihat sinar yang naik turun. Selanjutnya pada pagi hari, dia menceritakan apa yang ia lihat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kata Nabi (Muhammad SAW), itu adalah malaikat yang turun ke bumi untuk mendengar suara Usaid saat melantunkan ayat Alquran. Kudanya meronta-ronta karena melihat malaikat,” tutur Habiburrahman.

Dari kisah tersebut, Habiburrahman mengungkapkan jika malaikat sangat suka mendengarkan lantunan ayat Alquran. Untuk itu, menurutnya Alquran selalu membawa kebaikan apalagi jika sejak anak-anak sudah didekatkan kepada kitab suci umat Islam tersebut.

Lomba tahfidz yang diselenggarakan oleh DKM Abdulrahman Fakhroo diikuti anak-anak dari SD hingga SMP. Lomba yang disponsori Syekh Abdulrahman Fakhroo dari Qatar dan Republika Media Mandiri tersebut akan dinilai pengajar dari Sekolah Tahfiz Abdulrahman Fakhroo. (bar)

Posting Usaid bin Hudhair, Sahabat Nabi Yang Tilawahnya Dikagumi Malaikat ditampilkan lebih awal di Syariah Center.

]]>
http://syariahcenter.com/usaid-bin-hudhair-sahabat-nabi-tilawahnya-dikagumi-malaikat/feed/ 0