Fatwa Petasan Dan Kembang Api Dari Palestina Hingga Arab Saudi

Sementara itu, ada seorang ulama yang memperbolehkan jual beli, atau menyalakan petasan, tetapi dengan syarat-syarat tertentu yang mesti dijaga dan diperhatikan. Ia adalah Syekh Sulaiman al-Majid.

Pengasuh Program al-Jawab al-Kafi di stasiun televisi al-Majd, meskipun faktanya, petasan itu rentan membawa petaka, tetapi diakui memang ada sedikit manfaat yang diberikan. Tetapi, hendaknya menyalakan petasan atau kembang api itu, memperhatikan dan menjaga beberapa hal yaitu, pertama sikap berhati-hati agar tidak menyakiti orang lain, baik dari bunyi ataupun dampak dari percikan apinya.

Kedua, pentingnya pengawasan dari orang tua. Ketiga, memilih lokasi yang tepat dan jauh dari kawasan padat penduduk. Seperti di lapangan terbuka yang jauh dari perumahan atau pun barang-barang berharga warga sekitar. “Selama ini bisa terjaga maka tidak masalah,”ungkapnya.

Kecuali, jika memang pihak berwajib atau otoritas daerah setempat melarang, maka patuhilah ketetapan tersebut. Beberapa syarat yang diutarakan oleh Syekh Sulaiman, pada tataran praktiknya sulit diterapkan.

Karena itu, lembaga-lembaga fatwa di atas berpandangan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi, maka lebih baik tidak menyalakan petasan atau kembang api menyambut lebaran atau di hari-hari besar lainnya. Selain rawan petaka, aktivitas itu tersebut hanya pemborosan harta secara di luar koridor syariat. (bar)

(Visited 234 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *