BRI Syariah Aman Dari Pelemahan Rupiah

Syariahcenter.com, Jakarta – Perbankan syariah dinilai masih tahan dengan kondisi pelemahan nilai tukar yang masih berfluktuasi. Bank syariah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan NPF akibat pelemahan rupiah.

Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, pada Jumat rupiah ditutup di level Rp 14.374 per dolar AS atau menguat 0,59 persen atau 85 poin dibandingkan penutupan Kamis (17/9) di level Rp 14.459 per dolar AS. Sementara berdasarkan kurs tengah Jisdor BI, rupiah sedikit melemah di level Rp 14.463 pada Jumat (18/9) dibandingkan Kamis (17/9) di level Rp 14.452 per dolar AS.

OJK mencatat, posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) bank syariah terkoreksi menjadi 14,09 persen pada Juni 2015 dari 16,21 persen pada Juni 2014. Posisi kredit bermasalah (NPF) juga naik dari 3,9 persen pada Juni 2014 menjadi 4,73 persen pada Juni 2015.

Group Head Corporate Communication BRISyariah Lukita T Prakasa menyatakan, BRISyariah telah melakukan antisipasi terhadap dampak pelemahan nilai tukar. Salah satunya dengan melakukan uji ketahanan (stress test) atas dampak pelemahan rupiah. Namun, Lukita enggan menyebutkan sampai level berapa stress test yang dilakukan BRISyariah.

Selain itu, BRISyariah juga telah melakukan mapping terhadap nasabah-nasabah yang memerlukan komponen impor sehingga butuh dolar yang lebih besar. “Alhamdulillah nasabah BRISyariah mayoritas adalah nasabah mikro dan ritel yang tidak memerlukan impor dari luar. Jadi BRISyariah tidak banyak berdampak atas kenaikan dolar AS,” jelasnya, Ahad (20/9). (republika)

(Visited 103 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *