Bolehkah Puasa Syawal Digabung Dengan Qadla’ Puasa Ramadlan?

SyariahCenter.com – Salah satu puasa sunnah adalah puasa 6 hari di bulan Syawal. Umumnya dilakukan mengiringi Idul Fitri, yaitu dimulai pada 2 Syawal dan seterusnya selama 6 hari. Tetapi, diperbolehkan juga mengakhirkannya.

Ada persoalan lain bagi orang yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadlan, apakah diperbolehkan puasa 6 hari di bulan syawal sekaligus mengqadla’ puasa Ramadlan yang ditinggalkan.

Dalam hal ini, ulama memperbolehkan menggabung niat puasa 6 hari bulan syawal dengan qadha ramadhan. Hal itu sebagaimana dijelaskan olehImam Romli. Puasa yang demikian, keduanya mendapatkan pahala.

Pendapat berbeda lain kemukakan oleh Abu Makhromah, ia mengatakan tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan tidak sah.

Syaikh Al-Bakri al-Dimyathi didalam I’anathu Thalibin menjelaskan:

قال شيخنا كشيخه والذي يتجه أن القصد وجود صوم فيها فهي كالتحية فإن نوى التطوع أيضا حصلا وإلا سقط عنه الطلب
( وقوله كالتحية ) أي فإنها تحصل بفرض أو نفل غيرها لأن القصد شغل البقعة بالطاعة وقد وجدت ( قوله فإن نوى التطوع أيضا ) أي كما أنه نوى الفرض ( وقوله حصلا ) أي التطوع والفرض أي ثوابهما ( قوله وإلا ) أي وإن لم ينو التطوع بل نوى الفرض فقط ( وقوله سقط عنه الطلب ) أي بالتطوع لاندراجه في الفرض

“Berkata Guru kami seperti guru beliau : pendapat yang memiliki wajah penyengajaan dalam niat (dalam masalah ini) adalah adanya puasa didalamnya maka sama seperti shalat tahiyyat masjid bila diniati kesunahan kedua-duanya juga mendapatkan pahala bila tidak diniati maka gugur tuntutannya” (Keterangan seperti shalat tahiyyat masjid) artinya shalat tahiyyah bisa berhasil ia dapatkan saat ia menjalani kewajiban shalat fardhu atau sunnah lainnya karena tujuan niat (dalam shalat tahiyyah masjid) adalah terdapatnya aktifitas ibadah di masjid dan ini sudah terjadi.

Selanjutnya >>
(Visited 108 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *