Alhamdulillah, Aset Bank Syariah Dunia Tahun Ini Naik 16%

Syariahcenter.com – Laporan World Islamic Banking Competitiveness Report 2016 dari perusahaan audit internasional Ernst & Young (EY) memperkirakan aset perbankan komersial syariah bakal mengalami pertumbuhan hingga 18 persen, atau senilai US$ 91 miliar di seluruh wilayah Negara Timur Tengah.

[rpi]

Secara global, aset perbankan syariah bank komersial diperkirakan melebihi US$ 920 miliar, atau mengalami pertumbuhan tahunan sekitar 16 persen.

Aset perbankan syariah dari bank-bank komersial yang berbasis di Qatar, Indonesia, Kerajaan Saudi Arabia (KSA), Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki, tenar disebut QISMUT diperkirakan melebihi US$ 801 miliar pada tahun 2015. Nilai itu mewakili 80 persen dari aktiva perbankan syariah internasional.

Seperti dikutip dari Gulf News, Jumat, 4 Desember 2015, di beberapa pasar tradisional seperti Indonesia dan Turki, pertumbuhan aset Islam justru bakal mengalami stagnasi atau menurun sedikit.

“Garis pertumbuhan beberapa pasar historis yang kuat terlihat divergen dengan faktor yang berbeda yang mempengaruhi pertumbuhan aset. Di Turki, geopolitik telah berdampak pada pertumbuhan tetapi mengalami perlambatan yang bersifat sementara. Indonesia akan membutuhkan lebih banyak regulasi stimulus untuk mengangkat pertumbuhan di sektor ini,” kata Ashar Nazim, Partner, Islamic Banking Centre Global di EY.

Di beberapa pasar dengan pertumbuhan yang tinggi seperti UEA dan Malaysia, aset perbankan syariah tampaknya konvergen dengan bank konvensional di kisaran 20 sampai 25 persen.

“Ini merupakan panggilan untuk inisiatif baru guna meningkatkan pangsa pasar bank syariah. Ada upaya dari kedua negara tersebut untuk mendorong pertumbuhan dengan mengaitkan perbankan syariah dengan inisiatif ekonomi Islam. Selain itu, aset perbankan syariah perlu meng-upgrade infrastruktur industri secara keseluruhan seperti peraturan, pengawasan, hukum dan infrastruktur akuntansi untuk mendapatkan pangsa pasar,” kata Nazim.

Dalam upaya mendapatkan pangsa pasar, Nazim mengatakan bank syariah perlu melihat pasar baru untuk bisa berekspansi. Meski ada 1,7 miliar warga Muslim di dunia, jangkauan pasarnya terbatas pada kurang dari 100 juta orang.

Upaya serius diperlukan untuk menumbuhkan pasar di negara-negara OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dan di luarnya.

“Sebanyak 22 bank syariah internasional sekarang memiliki aset US$ 1 miliar atau lebih, sehingga membuat mereka lebih punya posisi tawar untuk memimpin regionalisasi masa depan industri perbankan syariah. Namun perbankan syariah secara relatif hanya sepertiga dari ukuran perbankan tradisional di pasar rumahan, dan juga tertinggal dalam hal imbal hasil equitas,” kata Gordon Bennie, MENA Financial Services Leader di EY.

Sementara itu, KSA masih mendominasi pasar perbankan syariah global dengan menguasai 33 persen. KSA adalah kontributor tertinggi total aset perbankan syariah global, diikuti oleh Malaysia sebesar 15,5 persen dan UEA pada 15,4 persen. (zae)

(Visited 96 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *