Alasan Rasulullah Ingin Menaklukkan Dumatul Jandal

SyariahCenter.com – Dumatul Jandal dahulu bernama Adumatu yang menurut catatan bangsa Syiria sejak 845 sebelum masehi (SM) dikenal sebagai ibu kota kerajaan Arab. Menurut teks tersebut Sennacherib menduduki Adumatu pada 688 SM.

Pada masa Rasulullah SAW, negeri tersebut secara administratif dan teritorial masih berada di bawah kekuasaan pemerintah Syam serta di bawah kekuasaan Imperium Romawi dan penduduknya berafiliasi kepada kabilah-kabilah Arab al-Ghassaasinah yang besar jumlahnya.

Secara geografis, Dumatul Jandal merupakan suatu daerah yang terletak di kawasan padang pasir Syam di dekat Damaskus dan di ujung utara Hijaz. Jaraknya dengan Damaskus sekitar lima hari perjalanan, sementara dengan Madinah al-Munawwarah sekitar lima belas atau enam belas hari perjalanan.

Penduduk negeri ini adalah suku Kalb bin Wabrah dari rumpun kabilah Qahthan yang beragama Nasrani. Mereka dikenal sering melakukan kejahatan kepada orang-orang Dhafithah yang melewati daerah mereka. Dhafithah sendiri berarti para penggembala unta yang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, atau menurut pendapat lain para pedagang yang banyak membawa bekal makanan.

Dumatul Jandal atau Dumat Al-Jandal merupakan pasar yang terkenal di kalangan bangsa Arab jahiliah. Sebuah pekan dagang dilangsungkan setiap Rabi’u al-Awwal antara tanggal 1-30. Saat seperti ini para pedagang dari jauh dan dekat berdatangan ke pasar tersebut.

Di negeri Dumatul Jandal juga terdapat sebuah benteng yang terkenal. Negeri ini terkenal subur dengan kebun-kebun kurma dan berbagai jenis tanaman lainnya. Kesuburan ini antara lain dikarenakan banyaknya mata air yang terdapat di sekitarnya. Negeri ini juga dikelilingi pagar pembatas.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *