Akhir Pilu Maskapai Penerbangan Syariah Pertama Malaysia

SyariahCenter.com – Maskapai penerbangan syariah pertama Malaysia tak berumur panjang. Departemen Penerbangan Sipil Malaysia (Department of Civil Aviation/DCA) mencabut sertifikasi maskapai Rayani Air. Pencabutan ini berdasarkan audit keselamatan dan sertifikasi.

Dilansir dari BBC, Selasa 14 Juni 2016, DCA mengatakan perusahaan ini tak lagi sebagai maskapai penerbangan komersial. Hal ini menindaklanjuti larangan terbang selama tiga bulan setelah maskapai ini gagal mengikuti aturan penerbangan.

Komisi penerbangan Malaysia mengatakan Rayani Air melanggar aturan Air Service Licence (ASL). Plus, kemampuan finansial dan kapasitas manajemen maskapai ini dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai penerbangan komersial. DCA juga mengatakan telah mengadakan audiensi dengan maskapai terhadap hasil audit.

Karena mendapat suspensi, pihak Rayani Air mendapatkan banyak kritik, termasuk keluhan pembatalan penerbangan sebagai imbas aksi mogok pilot.

Sekadar informasi, Rayani Air diluncurkan pada akhir Desember 2016. Maskapai ini hanya menawarkan makanan halal dan tidak menawarkan alkohol. Para kru pesawatnya mengenakan pakaian yang modis. Rayani Air memiliki dua unit pesawat Boeing 737-400 yang memiliki kapasitas angkut 180 penumpang. Rayani Air juga memiliki 8 orang pilot dan 25 orang kru pesawat.

Berbasis di Langkawi, Rayani Air telah memgudara ke Kuala Lumpur dan Kota Bahru. Maskapai ini berencana untuk menerbangi lebih banyak kota di Malaysia, bahkan mereka juga merencanakan penerbangan ke Mekah untuk penerbangan haji dan umrah. (bar)

(Visited 54 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *