5 Cara Berdandan Ini Diharamkan Dalam Islam

Syariahcenter.com  – Seorang muslimah memang dianjurkan untuk pandai merawat diri. Tak hanya kecantikan batin, kecantikan secara fisik pun penting untuk mempercantik diri.

Untuk bisa mempercantik diri biasanya para wanita berdandan atau berhias dengan segala pesonanya. Namun jangan salah, tak jarang cara mempercantik diri yang dilakukan kaum muslimah justru mendatangkan mudharat dan dosa.

Jauhi lima cara berdandan dan berhias berikut ini agar sesuai dengan ketentuan Isalam yang dianjurkan oleh Rasulullah SWA :

1. Mencabut Bulu Alis

Mencabut bulu alis lalu membentuknya agar bagus menjadi trend dikalangan kaum hawa. Namun sejak dahulu Rasulullah SAW sangat membenci perempuan yang dengan sengaja mencabut alisnya.

“Telah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta untuk disambung rambutnya, wanita yang mencabut alis dan wanita yang minta dicabut alisnya, wanita yang mentato dan wanita yang minta untuk ditato, tanpa ada penyakit”. (HR. Abu Daud)

2. Berdandan Dengan Membuka Aurat

Bilamana ada perempuan yang mempercantik diri dengan membuka aurat yang seharusnya ditutupi, maka cara tersebut dilarang.

Rasulullah SAW bersabda;

“Sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh) tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”. Beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya”. (HR. Abu Daud)

3. Berdandan Seperti Laki-laki

Jika seorang perempuan berdandanan layaknya seperti seorang laki-laki, maka dandanan tersebut dilarang oleh agama.

“Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki.” (HR Ahmad)

4. Memakai Rambut Palsu dan Menyambung Rambut

Menggunakan rambut palsu/wig atau menyambung rambut dengan tujuan agar tampilan lebih menarik termasuk dalam dandanan yang dilarang oleh islam.

“Sesungguhnya Rasulullah SAW melaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta untuk disambung rambutnya.” (HR Muslim)

5. Menggunakan Parfum Dengan Berlebihan

Rasulullah SAW bahkan menyebut wanita yang menggunakan parfum untuk keluar rumah layaknya seorang penzina.

“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina.” (HR An Nasai)

“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina.” (HR Ahmad)

(bar)

(Visited 437 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *