Kisah Mantan Model Florida Temukan Kedamaian Setelah Memeluk Islam

Syariahcenter.com – Sara Bokker dibesarkan di tengah suasana glamor Florida dan kehangatan pantai Miami. Tak ayal, ritme hidupnya dipenuhi hura-hura ala anak pantai yang bebas.

Bokker remaja sangat memperhatikan penampilannya. Ia berhias setiap hari dan memutuskan untuk bekerja sebagai pelatih pusat kebugaran. “Saya dahulu penghamba fashion yang tersandera oleh tampilan luar,” katanya dilansir dari islamicreligion.com, Selasa (1/12).

Setelah bertahun-tahun berkutat dalam pesta alkohol, Bokker merasakan kebosanan. Padahal, namanya tenar sebagai model dan aktris drama. Maka, ia beralih kepada meditasi serta mencoba mendalami beberapa keyakinan agama.

“Tapi, saya merasa semua yang saya lakukan hanya seperti obat pereda rasa nyeri yang efektif untuk sementara. Selanjutnya, perasaan kosong itu akan kembali,” ungkapnya.

Suatu hari, Sara Bokker melihat sebuah kitab suci Alquran yang mendapatkan stereotipe negatif dari orang Barat.

Saat itu, ia sadar dan mengakui juga kerap menilai para perempuan Islam seperti terkurung dan terkekang. Lantaran dari beberapa pemberitaan yang dibacanya, kaum muslimah selalu menjadi korban kekerasan, menjadi perempuan kedua, dan terlibat dalam aksi terorisme.

“Itu momen saat saya pertama kali terpikat dengan Islam. Alquran menerangkan eksistensi setiap makhluk ciptaan Allah, kehidupan, dan hubungan antara Sang Pencipta dan makhluk-Nya,” terang Bokker.

Hidayah datang kepadanya medio tahun 2008. Setelah bersyahadat, Bokker pun berjanji dalam hati untuk menjadi muslimah yang kaffah dan selalu menumbuhkan kedamaian hati dan kenyamanan bagi sekitarnya. Mulailah ia memakai hijab dan memakai baju terusan panjang.

“Meskipun jalan dan tempat yang saya lalui sama, begitu pula orang-orang yang biasa saya temui, tapi perasaan saya seakan berbeda. Ada rasa damai pada saat saya berpenampilan seperti muslimah. Semacam rantai belenggu terlepas dari raga saya dan akhirnya saya bebas!” ujar Bokker.

Ia tidak lagi merasa terbebani untuk selalu menjaga kesempurnaan penampilan fisiknya dengan berbelanja kosmetik dan baju ataupun menjaga kerampingan tubuhnya demi enak dipandang oleh publik.

Bokker pun terus menekuni kegiatannya sebagai aktivis kelompok feminis. Tapi, kini ia memperjuangkan hak-hak kaum muslimah. “Saya melihat pemerintahan sebuah negara yang membatasi penggunaan hijab termasuk munafik karena tidak mengklaim demokratis tapi membatasi hak perempuan sebagai warga negara untuk memperoleh keadilan pendidikan dan pekerjaan hanya karena berhijab,” cetus Bokker. (feb/republika)

(Visited 260 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *